Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
TNI
Panglima TNI: Indonesia Menjadi Medan Perang di Waktu Mendatang
2016-05-27 19:04:24
 

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan ceramah dihadapan 102 peserta Kepala Daerah pada Pembekalan Pemerintahan Dalam Negeri Angkatan II Hasil Pilkada tahun 2015, di BPSDM.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Tentara Nasional Indonesia (TNI) sangat menyadari bahwa untuk melaksanakan tugas sesuai UU TNI No. 34 tahun 2004 adalah tugas yang sangat berat bila hanya dipikul oleh TNI semata. TNI juga tidak didesain untuk itu, maka inilah sebenarnya kepentingan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan ceramah dihadapan 102 peserta Kepala Daerah pada Pembekalan Pemerintahan Dalam Negeri Angkatan II Hasil Pilkada tahun 2015, diAuditorium Gedung F Lt.4 Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri Jl. TMP Kalibata No.8 Jakarta Selatan, Jumat (27/5).

Banyak negara luar yang memandang Indonesia sebagai sebuah harapan, misalnya wilayah Papua yang kaya "sebagai surga kecil yang jatuh ke bumi" itu menggambarkan betapa kayanya Indonesia dan sangat menjanjikan hidup. Maka tidak heran saat ini dan kedepan banyak negara berkepentingan untuk menguasainya, sangat beralasan setiap negara berkepentingan dalam pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan hidup warga negaranya.

Penduduk dunia terus bertambah secara signifikan bahkan saat ini sudah tiga kali lipat populasi idealnya, bahkan empat kali lipat saat menyongsong Indonesia Emas, disatu sisi persediaan energi, pangan dan air semakin berkurang. Inilah yang akan memicu konflik antar negara, rebutan pemenuhan kebutuhan yang sangat mendasar yaitu ; pangan, energi dan air serta Indonesia menjadi medan Perang ekonomi.

"Ancaman itu sudah sangat nyata dan ada tetapi kurang dipahami kita" di semua lini kehidupan bernegara, berbangsa bahkan di keluarga. Tujuannya melemahkan, menguasai sampai kepada penghancuran bangsa Indonesia melalui perang Proxy (Proxy War), wujudnya penyalahgunaan narkoba, demo buruh melakukan intimidasi, tawuran mahasiswa, adu domba TNI-Polri, memecah belah Partai Politik, Regulasi tidak memihak rakyat dan rekayasa sosial melalui media.

Sementara itu, Panglima TNI juga menyatakan bahwa pertemuan ini sebagai sarana untuk menyamakan visi sehingga pemerintah daerah dengan pemerintah pusat menjadi satu kesatuan dalam membangun bangsa ini. Mengapa demikian, karena pembangunan ini harus diselesaikan secara berkesinambungan atau secara semesta.

"Jadi pemerintah daerah jangan sampai berdiri sendiri-sendiri dan tidak terkonek dengan pemerintah pusat, kemudian mengapa saya hadir dua kali disini, karena memang yang punya kepentingan bukan Mendagri, justru saya yang punya kepentingan dalam menghadapi ancaman kedepan, karena perang itu memasuki berbagai kehidupan, berbangsa dan berumah tangga," ujar Panglima TNI.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga menegaskan bahwa kita harus bersama dengan semua komponen bangsa dan para Bupati/Walikota ini, adalah pemimpin yang nyata, dipilih oleh rakyatnya. "Saya berpesan kepada Bupati dan Walikota dalam mewujudkan keamanan, persatuan dan kesatuan, agar membantu bersama-sama program pemerintah pusat, sehingga Indonesia menjadi bangsa pemenang dalam segi apapun," pungkasnya.(TNI/bh/sya)



 
   Berita Terkait > TNI
 
  Pengemudi Mobil Plat TNI Palsu Cekcok dengan Pengendara Lain Jadi Tersangka Pasal 263 KUHP
  Jenderal Maruli Simanjuntak Resmi Jadi Kepala Staf TNI AD
  Meutya Hafid: Utut Adianto Pimpin Panja Netralitas TNI Komisi I
  Komisi I DPR RI Sepakat Jenderal Agus Subiyanto menjadi Panglima TNI gantikan Laksamana Yudo Margono
  Aspek Netralitas Akan Jadi Sorotan Komisi I dalam RDPU Visi-Misi Calon Panglima TNI
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2