Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
TNI
Panglima TNI: Penguatan Kapabilitas Intelijen TNI Harus Dijabarkan dalam Berbagai Azas
2016-07-14 21:37:49
 

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat upacara Sertijab Asintel Panglima TNI Mayjen TNI (Mar) Achmad Faridz Washington kepada Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, Kamis (14/7).(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Penguatan Kapabilitas Intelijen TNI harus dijabarkan dalam berbagai azas, baik stratejik, taktis maupun operasional bagi kebutuhan politik, ekonomi, sosial, budaya, militer dan pertahanan. Kata kuncinya adalah, mari kita lakukan optimalisasi soliditas dan sinergitas serta membuang jauh-jauh ego sektoral pada Komunitas Intelijen TNI.

Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memimpin upacara Serah Terima Jabatan Asisten Intelijen (Asintel) Panglima TNI Mayjen TNI (Mar) Achmad Faridz Washington kepada Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (14/7).

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menuturkan bahwa, kondisi Intelijen Nasional saat ini masih memerlukan peningkatan kualitas yang mampu memberikan jaminan bagi keamanan negara, karena kedepan masih sangat banyak masalah yang harus diselesaikan dan perlu dicermati serta disikapi dengan Strategi Intelijen.

"Perkembangan ancaman nyata berupa aksi-aksi terorisme tak lagi dapat dibantah, karena secara nyata terus menunjukkan pergerakan yang luar biasa masif dan menyebar di hampir semua belahan dunia, baik negara maju maupun negara berkembang," tegas Panglima TNI.

Ditambahkan oleh Panglima TNI bahwa, kejahatan-kejahatan trans nasional, pembajakan, penyanderaan, perompakan kapal, penculikan manusia lintas negara, separatisme, radikalisme, yang semuanya mengindikasikan betapa ancaman terhadap masyarakat, bangsa dan negara bukan sekedar wacana dan omong kosong.(TNI/bh/sya)



 
   Berita Terkait > TNI
 
  Pengemudi Mobil Plat TNI Palsu Cekcok dengan Pengendara Lain Jadi Tersangka Pasal 263 KUHP
  Jenderal Maruli Simanjuntak Resmi Jadi Kepala Staf TNI AD
  Meutya Hafid: Utut Adianto Pimpin Panja Netralitas TNI Komisi I
  Komisi I DPR RI Sepakat Jenderal Agus Subiyanto menjadi Panglima TNI gantikan Laksamana Yudo Margono
  Aspek Netralitas Akan Jadi Sorotan Komisi I dalam RDPU Visi-Misi Calon Panglima TNI
 
ads1

  Berita Utama
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

 

ads2

  Berita Terkini
 
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2