JAKARTA, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo selaku Ketua Umum PB FORKI membuka penyelenggaraan Gashuku dan Rakernas FORKI dalam rangka HUT ke-55 FORKI Tahun 2016, di Lapangan Bola Ahmad Yani Mabes TNI Cilangkap, Sabtu (27/2).
Acara ini bertujuan, latihan bersama diluar dojo sebagai ajang silaturahmi untuk memupuk kebersamaan dan kekeluargaan, menghilangkan egosentris sehingga terjalin hubungan yang harmonis dan kebulatan tekad antar Karateka perguruan dan Provinsi, sebagai modal dasar untuk meraih prestasi yang hebat.
Dengan mengusung tema "Melalui Gasuku dan Rakornas FORKI, kita Perkokoh Tali Silaturahmi Karakter Antara Perguruan Dan Provinsi Guna Memupuk Kebersamaan dan Kekeluargaan Dalam Rangka Meraih Prestasi Emas Dunia.".
Panglima TNI mengatakan, "Forki berhasil memberikan sumbangsih, harumkan negara lewat prestasi. Olahraga ini bisa membentuk generasi muda berkualitas. Maka hilangkan egosentris sektoral," ujar Gatot di lapangan sepakbola Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.
Pada pembukaan Gashuku dan Rakernas FORKI ini, Gatot ditemani Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Tatang Sulaiman, Asisten Teritorial Panglima, Mayjend TNI Wiyarto dan Asisten Perencanaa Umum Panglima TNI Laksda Agung Pramono.
Gatot menambahkan olahraga seni beladiri, terutama karate harus dibangkitkan. Sebab menurutnya dalam jangka panjang mesti ada target yang lebih baik, yaitu Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. Apalagi di tahun 2015, atlet karate Indonesia meraih prestasi dengan mendulang medali emas yang salah satunya di kejuaraan karate (SEAKF) Karate Championship 2015 di Vientine, Laos. Kemudian, tim karate Indonesia meraih emas di Kejuaraan Dunia Karate Junior Ke-9 di BSD, Serpong, Jawa Barat.
Lebih lanjut Panglima menjelaskan, "Tim Indonesia sebelumnya tidak pernah meraih medali, tetapi 2015 sekaligus sebagai penyelenggara kita bisa meraih perolehan 4 medali emas. Ini suatu prestasi dunia dan menjadi kebangkitan Forki ke depan karena masih ada kesempatan untuk meraih prestasi di Olimpiade mendatang di Jepang.
Sementara, dengan Gashuku yang dimulai pada hari ini diharapkan para atlet karate bisa lebih siap dalam melakukan pelatihan. Pelaksanaan Gashuku bersama di Mabes TNI diharapkan bisa meningkatkan persiapan para atlet. Kita laksanakan Gashuku ini karena bisa belajar dan bermalam. Jadi, bukan untuk latihan karate saja. Tapi, pengalaman untuk penyemangatan bersama," tuturnya.
Kegiatan Gashuku Nasional dan Rakernas Forki ini diikuti 25 perguruan dan 34 pengurus provinsi. Kegiatan ini sekaligus sebagai ajang seleksi atlet.(bh/yun) |