Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
TNI
Panglima TNI Buka Latihan GPOI Garuda Canti Dharma 2014
Tuesday 19 Aug 2014 19:57:01
 

Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko didampingi Komandan Jenderal AD Pasifik - Amerika-Serikat Jenderal Vincent K. Brooks dan Duta Besar Amerika Serikat Untuk Indonesia Mr. Robert O. Blake, Jr secara resmi membuka latihan GPOI Capstone Exercise Garuda Canti Dharma 2014 di PMPP TNI Sentul Bogor, S
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko didampingi Komandan Jenderal Angkatan Darat Pasifik - Amerika-Serikat Jenderal Vincent K. Brooks dan Duta Besar Amerika Serikat Untuk Indonesia Mr. Robert O. Blake, Jr secara resmi membuka latihan Global Peace Operation Initiative (GPOI) Capstone Exercise Garuda Canti Dharma 2014 di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Sentul Bogor, Selasa (19/8).

Panglima TNI dalam sambutannya mengatakan, langkah strategis ini merupakan inisiatif bersama antara Amerika Serikat dan Indonesia untuk berkontribusi pada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan masyarakat internasional dalam memelihara perdamaian dan keamanan. “Program ini adalah contoh nyata dari kerjasama Amerika Serikat dan Indonesia untuk mengatasi permasalahan di bidang yang telah disepakati dan memiliki tujuan strategis sebagaimana tertuang dalam program United States-Indonesia Bilateral Defense Discussion (USIBDD) tahun 2013”, ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan Panglima TNI, bahwa apabila dihadapkan pada meningkatnya tantangan dan ancaman baik di level regional maupun global, kebutuhan operasional nampak semakin multi-dimensional dan menuntut pelibatan tidak hanya kekuatan militer dan Polisi saja, akan tetapi juga menuntut pelibatan dari personel sipil maupun komponen lainnya.

Operasi pemeliharaan perdamaian telah berkembang secara signifikan dari kebutuhan kekuatan militer secara eksklusif ke arah tuntutan kebutuhan misi yang semakin kompleks. Perkembangan baik dalam ruang lingkup dan kompleksitas dari misi pemeliharaan perdamaian PBB ini menggarisbawahi tentang arti penting pelatihan.

Panglima TNI berharap bahwa latihan ini dapat menciptakan manajemen operasi diantara para pelaku di lapangan dalam bidang operasi perdamaian, yang memiliki latar belakang dan organisasi yang berbeda, sekaligus menciptakan kesamaan identitas dan tujuan bersama dalam sebuah operasi perdamaian. “Saya juga berharap bahwa peserta akan memperoleh manfaat dan pengalaman selama latihan dan mampu menggunakan kesempatan ini untuk meningkatkan jaringan dengan semua mitra yang ada” ungkap Jenderal TNI Moeldoko.

Kepada para peserta latihan, Panglima TNI mengingatkan agar memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan saat melaksanakan latihan, sehingga pada akhir kegiatan, para peserta sekalian akan mencapai sasaran dan tujuan latihan yang direncanakan dan dapat mengimplementasikan hasil latihan lebih lanjut di negara masing-masing. “Para peserta sekalian akan memperoleh wawasan mengenai adat-istiadat, tradisi dan budaya lokal serta keramah-tamahan penduduk setempat di Jawa-Barat yang sangat khas”, tutup Panglima TNI.

Latihan bersama yang digelar mulai tanggal 19 s.d. 1 September 2014 melibatkan 756 personel dari 26 negara dan dilaksanakan dalam tiga tahap : Pertama, Senior Trainning Seminar (STS), melibatkan 29 peserta dari 17 negara : Bangladesh, Filipina, Indonesia, Inggris, Jepang, Jerman, Jordania, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Malaysia, Mongolia, Nepal, Perancis, Srilanka, Thailand, Vietnam, dan dari United Nations. Kedua, Staff Training Event (STE), melibatkan 69 peserta dari 26 negara : Amerika, Australia, New Zealand, India, Afrika Selatan, Bangladesh, Brazil, Filipina, Peru, Indonesia, Jepang, Kamboja, Korea Selatan, Malaysia, Mongolia, Nepal, Pakistan, Singapura, Yordania, Belanda, Srilanka, Tanzania, Kanada, Jerman, Ukraina, dan Vietnam. Ketiga, Field Training Event (FTE), melibatkan 360 peserta dari 9 negara : Amerika Serikat, Bangladesh, Filipina, Indonesia, Jepang, Kamboja, Mongolia, Nepal, dan Tanzania.(tni/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > TNI
 
  Pengemudi Mobil Plat TNI Palsu Cekcok dengan Pengendara Lain Jadi Tersangka Pasal 263 KUHP
  Jenderal Maruli Simanjuntak Resmi Jadi Kepala Staf TNI AD
  Meutya Hafid: Utut Adianto Pimpin Panja Netralitas TNI Komisi I
  Komisi I DPR RI Sepakat Jenderal Agus Subiyanto menjadi Panglima TNI gantikan Laksamana Yudo Margono
  Aspek Netralitas Akan Jadi Sorotan Komisi I dalam RDPU Visi-Misi Calon Panglima TNI
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2