JAKARTA, Berita HUKUM - Jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengadakan acara Buka Puasa Bersama dengan Badan Esekutif Mahasiswa (BEM) se-Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta beberapa personel Resimen Mahasiswa (MENWA) juga turut andil dalam mengikuti silahturahmi acara buka Puasa bersama ditengah-tengah bulan Ramadhan.
Adapun tajuk acara ini juga menyarankan agar 'Melalui Hikmah Puasa Ramadhan 1435 H/2014 M dapat memantapkan Iman dan taqwa serta komunikasi sosial TNI dengan Mahasiswa guna memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa' sedangkan Sub Thema sendiri meng-ikhtiarkan melalui peningkatan hubungan silahturahmi antara TNI dengan Mahasiswa (BEM dan Menwa), dapat bersama-sama dalam menjaga kedaulatan, keutuhan dan keselamatan bangsa dan negara.
Panglima TNI Jend. Dr Moeldoko di dampingi kepala Staf Angkatan Darat Jend.TNI Budiman, Dr Marsetio, Kepala Angkatan Laut Laksamana TNI begitu juga dengan kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia hadir ditengah-tengah acara Buka puasa bersama. Pada kesempatan acara, Moeldoko menyampaikan perihal acara ditengah-tangah forum yang dihadiri ratusan peserta ini menyampaikan, untuk memper-erat hubungan tali silahturahmi. Karena menurutnya hal seperti ini sangat jarang, karena ini termaksud salah satu meningkatkan persatuan diantara TNI, Mahasiswa dan berbagai elemen.
"Kegiatan buka puasa bersama panglima TNI dengan mahasiswa (BEM dan Menwa) merupakan langkah untuk mempererat hubungan silahturahmi antara TNI dengan seluruh elemen bangsa, khususnya para mahasiswa seluruh Indonesia, guna meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga kedaulatan dan ketahanan Nasional secara terpadu, baik penyiapan maupun dalam pelaksanaan, kita juga berharap semoga teman mahasiswa bisa memberikan kontribusi yang positif bagi keamanan bangsa," papar Moeldoko di depan para forum, di Balai Sudirman, Jl. Saharjo, Jakarta (11/7).
Menurutnya, Sekarang ini kita sedang diuji lagi didalam mendewasakan atau memperkuat demokrasi. Apakah kita bisa melampauinya dengan baik, maka kalau tidak bisa, maka negara kita akan menjadi negara yang bukan demokrasi lagi, karena itu yakinlah bahwa negara Indonesia bukan lagi negara ke-3 terbesar dalam sistem demokrasi, melainkan sudah menjadi subtansi Demokrasi yang sesungguhnya untuk dipertahankan dan dikembangkan.
"Mari kita kawal bersama-sama demokrasi, membantu menciptakan stabilitas yang dinamis. karena sebuah negara yang tidak memiliki stabilitas, maka negara itu sangat rentan untuk dipengaruhi. Dengan dalih demokratis kita juga harus hati-hati, karena seseorang bisa saja memanfaatkannya, padahal tujuannya sudah agak anarkis, Maka untuk itu mari kita pertahankan demokrasi negara kita," tegasnya.
Pendapatnya juga menambahkan, bahwasanya ia tidak mengenal istilah minoritas atau mayoritas karena negara kita sudah berdaulat. Selaku panglima TNI, TNI menjadi besar untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia. Kerusakan struktur sosial menjadi sulit untuk diperbaiki, tapi kalau struktur pembangunan sangat mudah diperbaiki.
"Mari kita galang bersama persatuan ini, kami TNI hanya bersama rakyat dan bersama mahasiswa tentara indonesia semakin kuat," ujar Panglima TNI Dr Moeldoko.(bhc/bar)
|