Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
TNI
Panglima TNI Menghadiri Hari Santri dan Peringatan Resolusi Jihad ke-70 PBNU
Friday 23 Oct 2015 07:19:38
 

Panglima Jenderal Gatot Nurmantyo Saat Pidatonya di Tugu Proklamasi, Kamis (22/10).(Foto: BH/Yun)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Ribuan warga Nahdlatul Ulama (NU) memenuhi lapangan Tugu Proklamasi Jakarta untuk memperingati Kirab Peringatan Resolusi Jihad ke-70 yang diselenggarakan oleh PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), serta menyambut penetapan Hari Santri Nasional yang baru ditetapkan Presiden Jokowi yang jatuh pada hari, Kamis (22/10).

Acara tersebut dibuka langsung oleh Sekjen PBNU Helmi Faizal Zaeni. Tujuan dari dikukuhkannya Hari Santri Nasional ini adalah untuk mempersatukan umat Islam, baik itu santri di Indonesia serta ormas-ormas Islam dan non Islam, sehingga tercipta kerukunan antar umat beragama. Tak hanya itu saja, para tokoh agamapun ikut hadir dalam acara tersebut.

Dalam pidato pembukaannya, Sekjen PBNU Helmi Faizal Zaeni, mengatakan, “Ada13 ormas-ormas baik dari partai Islam maupun non Islam yang hadir dalam acara hari santri. Nanti InsyaAllah tepat pukul 10 kemudian dilanjutkan jalan ke Masjid Istiqlal Jakarta, untuk mengikuti pembukaan serta penetapan hari santri nasional.”

Pantauan pewarta BeritaHUKUM.com di lokasi, dengan penuh semangat para Santri mengikuti acara ini dengan khidmat. Baik santri kecil dan dewasa, juga ikut memenuhi Tugu Proklamasi.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo terlihat hadir bersama Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar juga hadir ditemani kadernya, Abdul Kadir Karding.

Dalam sambutannya, Panglima TNI menyampaian, kaum santri sudah berperan sejak era penjajahan. "Para santri berperan saat melawan penjajah. Tanpa adanya santri, kiranya tidak ada hari pahlawan," ujar Gatot Nurmantyo, Kamis, (22/10).

Gatot Nurmantyo juga mengatakan, alasan TNI hadir dalam deklarasi Hari Santri Nasional, karena Korps Militer menyadari para santri merupakan bagian dari ibu kandung militer yang ikut memerdekakan RI.

"Kenapa saya langsung memutuskan untuk hadir dalam acara ini dan mengajak pasukan Kopassus, Marinir, Paskhas, Armed? Karena saya ingin mengingatkan TNI lahir dari rakyat, termasuk para santri. Para santri juga ibu kandung TNI," ujar Gatot.

Pada kesempatan ini, Gatot sedikit mengulas sejarah, sebelum lahirnya TNI, rakyat termasuk para santri lah yang berjuang memerangi para penjajah dan membawa RI menuju gerbang kemerdekaan.

"Kenapa rakyat menjadi ibu kandung TNI? TNI itu lahir setelah kemerdekaan. Sementara yang membawa kemerdekaan itu adalah rakyat, termasuk para santri dan ulama," jelas Gatot.

Gatot juga mengatakan Korps Militer menghormati para santri, karena sejatinya Sudirman yang merupakan jenderal pertama yang memimpin para pejuang mengusir penjajah, yang juga berlatarbelakang guru agama Islam.

"Jenderal pertama kita, Jenderal Sudirman juga merupakan guru agama dalam kesehariannya. Sehingga ada ikatan emosional antara TNI dengan para santri," kata Gatot.

Hari Santri Nasional ditetapkan untuk menghormati perjuangan kelompok santri dalam kemerdekaan RI. Perjuangan ketika itu tak hanya mengangkat bambu runcing, tetapi juga melalui perjuangan tokoh-tokoh Islam seperti Hasyim Asyari, Ahmad Dahlan, dan HOS Cokroaminoto.

"Dengan acara ini, semakin menunjukan TNI bersama rakyat," tutup Panglima.
Tak hanya berkirap, para santri juga turut berduka atas tragedi asap yang berada di Jambi.(bh/yun)



 
   Berita Terkait > TNI
 
  Pengemudi Mobil Plat TNI Palsu Cekcok dengan Pengendara Lain Jadi Tersangka Pasal 263 KUHP
  Jenderal Maruli Simanjuntak Resmi Jadi Kepala Staf TNI AD
  Meutya Hafid: Utut Adianto Pimpin Panja Netralitas TNI Komisi I
  Komisi I DPR RI Sepakat Jenderal Agus Subiyanto menjadi Panglima TNI gantikan Laksamana Yudo Margono
  Aspek Netralitas Akan Jadi Sorotan Komisi I dalam RDPU Visi-Misi Calon Panglima TNI
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2