JAKARTA, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal Dr. Moeldoko memimpin olahraga bersama dengan para prajurit TNI di Markas Komando Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (6/2). Moeldoko mengatakan, olahraga ini untuk mempererat hubungan antara korps TNI.
"Sekarang di Kopassus, nanti di Marinir, Paskhas, dan Kostrad," kata Moeldoko di Mako Kopassus, Jakarta, Jumat (6/2).
Menurutnya, olahraga tak hanya diikuti oleh personel prajurit laki-laki, tapi juga diikuti oleh Kowad (Korps Wanita Angkatan Darat). "Dan kegiatan ini akan rutin sebulan sekali akan dilakukan," ujarnya.
Prajurit TNI berjoget bersama dengan alunan musik dangdut. Turut di hadiri Kasad Jenderal Gatot Nurmantyo, Kasal Laksamana Ade Supandi, Kasau Marsekal Agus Supriatna.
Dalam rangkaian acara tersebut, olahraga bersama prajurit merupakan bentuk kehidupan sehari-hari dari prajurit TNI. Hal itu dimaksudkan agar kondisi prajurit TNI selalu sehat dan siaga dalam menjaga kemanan negara.
Selesai bergoyang Panglima didampingi para Kepala Staf Angkatan memberikan keterangan kepada awak media yang sudah menunggu, terkait situasi memanasnya hubungan dua lembaga penegak hukum KPK dan Polri, Panglima menyatakan, kondisi ini belum sampai mengganggu stabilitas keamanan nasional.
Namun, Panglima TNI Jenderal Moeldoko menegaskan Tentara Nasional Indonesia siap membantu stabilitas keamanan negara terkait perseteruan KPK dan Polri.
"Saat ini belum ada instruksi Presiden terkait polemik KPK-Polri, namun kami selalu siap bila dibutuhkan untuk menjaga keamanan," kata Panglima TNI Jenderal Moeldoko
Dia menjelaskan bukan wewenang TNI untuk turut campur dalam permasalahan terkait dengan politik.
"Kami tidak mau mengomentari masalah hukum dan politik pada saat ini, sebab itu sudah ada lembaga yang menangani," tegasnya.
Jenderal Moeldoko mengatakan, tugas dari TNI adalah menjaga stabilitas negara dan selalu berlatih mempersiapkan kemungkinan apapun tanpa berpihak, kecuali demi bangsa.
Dalam rangkaian acara tersebut, olahraga bersama prajurit merupakan bentuk kehidupan sehari-hari dari prajurit TNI. Hal itu dimaksudkan agar kondisi prajurit TNI selalu sehat dan siaga dalam menjaga kemanan negara.
Dia mengimbau kepada masyarakat luas agar tenang dan tidak perlu khawatir mengenai keamanan negara. Dia menyampaikan bahwa TNI masih ada dan siap membantu apabila dibutuhkan.
"Biar bagaimanapun kami mematuhi perintah jabatan tertinggi, dalam hal ini instruksi Presiden adalah yang kami laksanakan," katanya.
Moeldoko berharap semua aparat keamanan negara, termasuk unsur TNI, selalu kompak dan terkoordinasi setiap melaksanakan tugas.(bhc/yun) |