JAKARTA, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, memimpin serah terima alih Komando Pengendalian (Kodal) Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI dari Panglima Divisi Infanteri-2, Kostrad Mayjen TNI Ganip Warsito kepada Panglima Divisi Infanteri-1 Kostrad Mayjen TNI Sudirman.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan, bahwa PPRC TNI merupakan Komando Tugas Gabungan TNI yang dibentuk secara khusus dan berkedudukan langsung di bawah instruksinya. "(PPRC) Dengan tugas melaksanakan tindakan reaksi cepat terhadap berbagai ancaman yang terjadi dalam rangka menangkal, menyanggah awal, dan menghancurkan musuh yang mengganggu kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Gatot di lapangan Taxiway, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (3/3).
Lebih lanjut Gatot mengungkapkan, tugas pokok, PPRC memiliki fokus pada kekuatan wilayah darat tertentu guna melaksanakan operasi sendiri ataupun membantu pelaksanaan operasi yang dilaksanakan komando operasional TNI lainnya. Operasi tersebut meliputi operasi militer perang maupun operasi militer selain perang.
"Sementara pada tugas operasi militer untuk perang PPRC TNI memiliki tugas lain, yaitu menahan dan mendisorganisasi kekuatan musuh atau lawan di wilayah darat tertentu dan menghancurkan atau mencegah infiltrasi musuh atau lawan di wilayah darat tertentu. Sementara pada operasi militer selain perang, PPRC TNI memiliki tugas sebagai penindak awal atau mencegah meluasnya gerakan separatis pengacau bersenjata dan melaksanakan penindakan terhadap terorisme bersenjata dalam batas kemampuan PPRC," ujarnya.
Dalam mengemban tugas tersebut, Panglima TNI, menambahkan, PPRC mempunyai pedoman yang sangat melekat, yaitu cepat dalam melaksanakan manuver atau gerakan. Selain itu, PPRC mempunyai pedoman tepat dalam menuju sasaran dan wilayah tertentu serta singkat dalam proses dan waktu yang dibutuhkan," tambahnya.
Sebagai informasi, alih Kodal PPRC melibatkan 3.274 personel TNI. Jumlah tersebut meliputi 2.351 peserta, penyelenggara 407 personel, dan pendukung 516 personel.(bh/yun) |