JAKARTA, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko memberikan brevet dan jaket kepada Pemimpin Redaksi (Pemred) dan wartawan senior sebagai Warga Kehormatan TNI di Lapangan Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (16/6).
Dalam amanatnya, Panglima TNI menegaskan, media merupakan mitra strategis TNI yang terbentuk menjadi sebuah sinergitas yang harus dibangun.
Kegiatan tersebut mengambil tema “Penyematan Brevet dan Jaket kepada para Pemimpin Redaksi Media dan Wartawan Senior Sebagai Mitra TNI, Guna Memantapkan Kemitraan dan Harmoni Media dengan TNI dalam rangka Kejayaan Bangsa dan Negara”.
"Sebagai mitra TNI, adapun kemitraan yang kita bangun harmoni TNI dengan media dan bertema sinergitas media dan TNI," kata Moeldoko saat memimpin upacara pembaretan
Dalam perspektif tersebut, TNI memahami dan menciptakan sebuah realitas merupakan bagian dari strategi menjaga dan mempertahankan kedaulatan serta keutuhan NKRI dan menjadi strategi dalam melindungi segenap tanah tumpah darah indonesia.
"Dalam kaitan tersebut TNI dan media dua komponen bangsa yang masing-masing TNI punya alutsista, dan media punya alat sosial dalam menciptakan ketahanan nasional. Keduanya menjadi kekuatan pembangunan nasional yang telah dicapai pemerintah," ujarnya.
Dia menambahkan, pemberian brevet kepada seluruh pemimpin redaksi sebagai ikatan batin dengan TNI dalam kemanfaatan informasi media.
"Kemarin ada pelatihan jurnalis perang dalam menghadapi situasi pertempuran, cirinya penuh risiko dan perubahan dengan cepat seperti musuh, cuaca dan selalu bersifat surprise," jelasnya.
Dalam kaitan tersebut, TNI dan media merupakan dua komponen bangsa diantara sekian banyak komponen bangsa. TNI memiliki alutsista sebagai hard power dalam mempertahankan negara, dan media memiliki alutsissos sebagai soft power dalam menciptakan realitas ketahanan nasional.
"Dapat dipastikan, sinergis keduanya dapat menjadi kekuatan bangsa dan negara, dalam pembangunan dan dalam menjaga aset bangsa serta hasil-hasil pembangunan yang telah dilakukan oleh pemerintah," kata Panglima.(bh/yun) |