JAKARTA, Berita HUKUM - Rizal Izal selaku Ketua Komando Barisan Rakyat (KOBAR) menjelaskan bahwa setiap para aktivis yang diamankan dari insiden unjukrasa yang berakhir kisruh didepan MPR/DPR RI, lalu diamankan di Polda Jakarta, keseluruhannya bebas karena dijamin keluarga masing-masing.
"Karna saya sebagai ketua umum Kobar pun, sudah menyanggupi menyediakan lawyer, salah satunya bapak Dr Eggy Sudjana,SH, tetapi atas permintaan Kapolda bahwa, semua yang tertahan harus dijemput keluarga masing-masing," ujar Rizal, di Posko KOBAR jalan Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (29/10).
Kronologisnya, tanggal 28 Oktober kemarin saat memperingati hari Sumpah Pemuda yang dilaksanakan aksi unjukrasa mengatasnamakan Aliansi Tarik Mandat (ATM) yang berunjukrasa didepan gedung MPR/DPR RI, Senayan Jakarta, yang menuntut atas ketidakpuasan kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) namun aksi berujung ricuh.
Lalu dalam hal pengamanan tersebut tertangkaplah 8 aktivis yang diamankan di Polda Jakarta, hingga menginap bermalam dengan di bumbui introgasi dan berbagai kebijakan pihak Polda.
Sementara itu, Fahrul Razi akrab dipanggil Kentaro, yang juga salah satu aktivis yang diamankan dan di bebaskan dihari Kamis tertanggal 29 Oktober 2015 dari pihak Polda yang dijumpai pewarta di Posko KOBAR menegaskan bahwa, semuanya para aktivis keluar dan bebas karena dijamin dari keluarga masing-masing.
"Jadi jangan ada salah satu aliansi/ LSM yang mengaku-ngaku mengeluarkan kami dari Polda, yang pantas aja seharusnya Kobar bisa dikatakan yang berpengaruh berperanan dalam hal keluarnya kami dari sini, tetapi tidak begitu unjuk gigi," ungkapnya.
Menurutnya dari pemberitaan yang ada tayang dibeberapa media, dirinya merasa kesal dengan hal pemberitaan yang ada tersebut, karena pada intinya semua para aktivis yang diamankan di Polda Jakarta lalu keluar adalah karena jaminan keluarga masing-masing,(bh/bar) |