JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Hari ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berulang tahun. Ia tepat berusia 62 tahun. Tak ada kue dan tiup lilin. Namun, para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II menyanyi lagu ulang tahun sebagai ucapan selamat kepada SBY, sebelum mmeulai rapat kabinet.
Hal ini diungkapkan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik kepada wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (9/9). Ia pun memastikan takkan ada pesta untuk merayakan ulang tahun ke-62 Presiden SBY, baik di Istana Negara maupun kediamannya, Puri Cikeas. "Belum ada. Beliau itu orang sederhana," jelasnya lagi.
Namun, kata dia, Presiden SBY menunjukan reaksi gembira ketika para menteri menyanyikan lagu ulang tahun tersebut. "Beliau senang dan kami doakan sehat. Ulang tahun yang ke-62 cukup sehat dan olahraganya mesti rajin," ujar menteri asal Bali tersebut.
Jero Wacik menambahkan, tidak ada kado khusus dari para menteri kepada Presiden. Hanya lagu itulah yang menjadi kado. “Tapi para menteri harus saling support dan menunjukan pengabdian yang lebih serius. Itu cara kami memberi kado dan membuat beliau senang," tandasnya.
Presiden SBY, tambah Wacik, juga sempat meminta para menteri untuk bekerja semaksimal mungkin. Dengan begitu diharapkan ada keberhasialan dalam membangun bangsa dan negara ini. “Para menteri pun siap bekerja maksimal dan siap memperbaiki kekurangan secara bersama-sama. Ini negara besar harus bisa menjadi besar,” imbuh anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu.
Dalam kesempatan ini, Wacik juga meminta parpol yang tergabung dalam Sekretariat Gabungan Partai Koalisi (Setgab Kolaisi) memberikan kesetiaan dan loyalitasnya terhadap pemerintahan SBY- Boediono. Hal ini sebagai kado ultah bagi Presiden SBY yang memasuki usia 62 tahun.
"Saya mengajak buat teman-teman yang lain mari berikan kado kesetiaan, loyalitas sehingga beliau lebih senang," kata Wacik.
Seperti yang diketahui bahwa walau Partai Demokrat memiliki koalisi dengan beberapa partai, namun tak jarang yang memiliki pandangan berbeda dengan Partai Demokrat, seperti dalam kasus Bank Century. Hal inilah yang memicu disharmoni dalam Setgab.(inc/wmr)
|