Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    

Pasangan Dahsyat Somasi KPU Kabupaten Bekasi
Saturday 25 Feb 2012 23:08:14
 

Calon bupati (cabup) Bekasi Darip Mulyana (Foto: Pilkadabekasi.com)
 
BEKASI (BeritaHUKUM.com) – Tim advokasi pasangan calon bupati-calon wakil bupati (cabup-cawabup) Bekasi, Jawa Barat, nomor urut tiga atau Darip Mulyana - Jejen Sayuti (Dahsyat) , melayangkan surat somasi kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KUPD) Kabupaten Bekasi. Hal ini terkait kelalaian lembaga itu yang tak mencantumkan daftar riwayat pekerjaan Darip Mulyana dalam pamflet dan poster.

Padahal, hal ini sangat penting untuk diketahui pemilih. Apalagi pamflet dan poster itu sudah disebarkan dan disosialisasikan kepada masyarakat. "Hal ini jelas merugikan tim kami dalam ajang Pilbup Bekasi, karena dengan tidak dicantumkannya daftar riwayat pekerjaan, masyarakat tidak mengetahui track record Darip Mulyana,” kata koordinator tim advokasi Dahsyat, Arkan Cikwan, Sabtu ( 25/2).

Arkan menduga bahwa KPUD Kabupaten Bekasi sengaja memanipulasi data sekaligus disinyalir adanya intervensi dari luar, sehingga lembaga tersebut yang seharusnya bersikap inetral itu, sangat diragukan. “Kkami minta KPUD untuk menarik pamflet dan poster tersebut dan membuat ulang kembali dan harus diumumkan secara luas," jelas dia.

Dari pengakuan pimpinan KPUD Kabupaten Bekasi bahwa hal ini merupakan kesalahan tekhnis, Arkan tidak bisa menerimanya. Sebab, alasan itu sangat tidak masuk akal, mengingat dua pasangan cabup-cawabup jelas tercantum daftar riwayat pekerjannya masing-masing. “Ini aneh, karena hanya Darip Mulyanan yang tidak dicantumkan,” tandasnya

Atasa masalah ini, tim advokasi Dahsyat telah memberikan batas waktu hingga Senin (27/2) untuk segera memperbaikinya. Jika hingga batas waktu tersebut tidak dilakukan juga, psangan Dahsyat akan menempuh sesuai hukum yang berlaku. “Kalau somasi ini tidak diindahkan, kami akan mempermasalahkannya sesuai jalur hukum yang berlaku. Kami juga akan melaporkannya kepada Panwasluda Bekasi dan KPUD Propinsi Jawa Barat, agar segra ditindaklanjuti,” tegas Arkan.(eko)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat

 

ads2

  Berita Terkini
 
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2