Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    

Patrialis: PAN takkan Langgar UU Terkait PAW
Wednesday 02 Nov 2011 00:58:39
 

Ketua DPP PAN Bidang Hukum dan Advokasi Patrialis Akbar (Foto: BeritaHUKUM.com/RIZ)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Partai Amanat Rakyat (PAN) dipastikan akan tetap menjunjung tinggi supremasi hukum. Partai ini pun takkan menggadaikan kredibilitasnya di mata rakyat dengan melanggar hukum terkait penentuan calon anggota legislatif pergantian antar waktu (PAW).

“Dalam menentukan calon anggota legislatif untuk PAW itu dasarnya sudah jelas, yakni UU No. 27/2009 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD (MD3). Tidak ada ketentuan yang lain lagi, kecuali peraturan KPU Nomor 2/2010 yang telah diubah melalui peraturan KPU Nomor 2/2011 yang lebih mempertegas hal-hal tentang PAW,” kata Ketua DPP PAN Bidang Hukum dan Advokasi Patrialis Akbar di Jakarta, Selasa (1/11), seperti dikutip Antara.

Menurut dia, Pasal 217 ayat (1) UU Nomor 27/2009 tentang MD3 itu, sangat jelas menyebutkan bahwa anggota DPR yang berhenti antar waktu digantikan calon anggota DPR yang memperoleh suara terbanyak urutan berikutnya dalam daftar peringkat perolehan suara dari parpol yang sama dan dapil yang sama.

Atas dasar itu, mantan Menkumham ini menegaskan, partainya tentunya akan mengikuti ketentuan hukum yang ada terkait pengisian kursi anggota legislatif pergantian antar waktu.

Namun, ia mengakui bahwa dalam perbincangan dengan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa, belum lama ini di kediaman Sekjen DPP PAN sekaligus Wakil ketua DPR Taufik Kurniawan, partainya bermaksud untuk memberi kesempatan Eri Purnomohadi menggantikan (Alm) Rudi Sindapati.

“Saat itu Pak Hatta mengatakan kepada saya, agar Eri dulu untuk diusulkan. Jika tidak bisa, baru dimajukan Muhajir,” ujar Patrialis.

Terkait PAW anggota FPAN DPR Rudi Sukendra Sindapati yang meninggal dunia pada 20 Maret 2011, Patrialis menjelaskan bahwa berdasarkan surat KPU ke pimpinan DPR Nomor 419/KPU/IX/2011 beserta lampirannya yang ditujukan kepada pimpinan DPR RI. Dalam surat itu, secara tegas disebutkan bahwa perolehan suara terbanyak berikutnya setelah Rudi Sukendra Sindapati untuk daerah pemilihan (Dapil) Jawa Barat XI adalah A. Muhajir.

Saat ini, dalam susunan partai berlambang matahari itu, Muhajir adalah kader utama PAN dan juga Ketua Departemen Bantuan Hukum DPP PAN.

Secara terpisah, Pakar Hukum Tata Negara Universitas Khairun Ternate, Dr. Margarito menjelaskan bahwa caleg yang telah didiskualifikasi pada berbagai level, seperti di KPU, Bawaslu dan bahkan MK, tidak bisa lagi diajukan menjadi anggota DPR PAW.

Kalau pun pengajuan nama caleg yang telah didiskualifikasikan tetap dipaksakan partai untuk PAW DPR, Margarito mempertanyakan aturan hukum mana yang digunakan karena hal tersebut pasti melanggar UU yang ada.(ant/nas)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan

KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia

Purbaya curhat: Saya menteri paling tidak beruntung di dunia

KPK Petakan 3 Titik Rawan Korupsi APBD, Mitigasi Potensi Kebocoran Daerah Capai Rp2,37 Triliun

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2