ARAB SAUDI, Berita HUKUM - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan klarifikasi atas pemberitaan sejumlah media, di antaranya The Jakarta Post terkait pembayaran dan pelaporan pajak dirinya, serta dua putranya Mayor Agus Harimurti dan Edhi Baskoro.
Dalam keterangan pers yang diselenggarakan di Hotel Hilton, Jeddah, Arab Saudi, Senin (4/2), Presiden SBY menegaskan, bahwa keluarganya, yaitu dirinya sendiri, anaknya yang pertama Mayor Agus Harimurti dan anak keduanya Edhi Baskoro adalah orang-orang yang patuh bayar pajak.
Selain patuh membayar pajak, menurut SBY, selama ini ia dan keluarganya juga telah memberi contoh melaporkan harta kekayaan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang terus diupdate sesuai ketentuan.
"Saya melaporkan harta kekayaan sebelum menjabat presiden, kemudian pada saat tengah jabatan, dan di akhir jabatan presiden. Sudah dicek apakah pelaporan saya keliru atau tidak dan verifikasi juga telah dilakukan," ungkap SBY.
Presiden menjelaskan, dalam melaporkan pajak, dirinya menjalani proses yang akuntabel. Setelah mengisi data laporan kewajiban pajak, lanjut SBY, ia selalu meminta tolong petugas pajak untuk mencek, apakah ada yang lebih, atau ada yang kurang.
Dari pengecekan selama ini, menurut SBY, tidak ada penyimpangan dalam laporan pajak yang disampaikannya. “Setiap saat setelah dicek dan diperiksa, benar tidak ada penyimpangan. Dan itu saya dapat laporannya dari Ditjen Pajak," kata Presiden SBY.
Kedua anaknya yaitu Mayor Agus Harimurti dan Edhi Baskoro, dan juga menantunya Anisa Pohan, kata SBY, juga melakukan hal yang sama. "Anak saya Mayor Agus juga bayar pajak, sesuai ketentuan di TNI. Menantu saya, karena punya pendapatan dari bekerja sebagai presenter, model, membayar pajak secara terpisah. Sudah dicek dan diverifikasi Ditjen Pajak," sebut SBY.
Sementara Edhi Baskoro alias Ibas, lanjut SBY, karena sebagai anggota DPR juga melaporkan kekayaannya ke KPK dan melaporkan pembayaran pajak, dan semua hal itu juga sudah diverifikasi.
"Dirjen Pajak sudah jelaskan, baik saya, maupun anak-anak saya sudah menyampaikan kewajibannya sesuai UU, tidak ditemukan kesalahan apa pun," kata SBY.
Terkait dengan laporan yang dimuat di Jakarta Post, Presiden SBY mengemukakan, sesuai laporan dari Ditjen Pajak, apa yang dimuat di media itu tidak sama dengan data di Ditjen Pajak. "Tahunnya 2011. Sedangkan pelaporan pajak terbaru saya tahun 2012," ungkap SBY.
Presiden SBY mengaku prihatin dengan munculnya berita yang menganggap dirinya dan keluarganya tidak taat bayar pajak. "Harta saya tidak spektakuler, banyak kasus, pihak yang punya uang triliunan atau ratusan miliar, ada ketidakberesan dalam membayar pajak. Ini juga soal keadilan," tandas SBY.
Presiden SBY didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono berada di Jeddah, Arab Saudi untuk melanjutkan rangkaian perjalanan dinas ke luar negerinya. Setelah tiba di Monrovia, Liberia, dan Abuja, Nigeria, Presiden SBY tiba di Jeddah, Minggu (3/2), dan akan melanjutkan perjalanan ke Kairo, Mesir, guna menghadiri Konperensi Tingkat Tinggi (KTT) Negara-Negara Islam (OKI).
Menyertai Presiden SBY dan Ibu Negara dalam perjalanan ke luar negeri kali ini antara lain Mensesneg Sudi Silalahi, Menlu Marty Natalegawa, Seskab Dipo Alam, Mendag Gita Wirjawan, Menperin MS Hidayat, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutarjo, dan Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulistiyo.(es/skb/bhc/rby) |