Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
PB PII
Pelantikan PB KB Pelajar Islam Indonesia Periode 2015-2019
Sunday 17 Jan 2016 22:32:02
 

Tampak Anies Baswedan, Nasrullah Larada dan Soetrisno Bachir saat di acara pelantikan PB KB PII periode 2015-2019.(Foto: BH/mnd)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) pada acara Pelantikan Pengurus Besar KB PII periode 2015-2019 yang dilangsungkan pada, Minggu (17/1) pukul 13.00 Wib di Gedung A Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jl. Jend. Sudirman, Jakarta.

Adapun turut hadir pada acara seremonial Pelantikan Pengurus Besar KB PII 2015-2019, tersebut para tokoh-tokoh nasional alumni PII yang tampak hadir seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Sofyan Djalil sebagai Menteri Bappenas, Soetrisno Bachir sebagai Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Dr. Harry Azhar Azis, MA sebagai Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Fuad Bawazier mantan Menkeu, Muliaman Hadad Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dll, serta pembacaan deklarasi gerakan #JihadMelawanTerorisme dengan format masa depan pendidikan Indonesia dan peran penting ormas pelajar di Indonesia.

Perhimpunan Pusat KB PII, sejak tahun 2000 sudah mengalami 4x pergantian tampuk kepemimpinan, Letjen (purn) Z.A Maulani Ryaas Rasyid, Tanri Abeng dan Soetrisno Bachir merupakan kader-kader PII terbaik yang pernah terpilih dan menjadi Ketua Umum Perhimpunan Pusat Keluarga Besar PII tersebut.

Seperti diketahui, Perhimpunan KB PII adalah, "Organisasi lanjutan" bagi kader pelajar Islam Indonesia yang telah punya tugas strukturnya di PII - Organisasi kepelajaran yang memiliki komitmen kebangsaan yang di semangati oleh komitmen ke Islaman.

Dengan meningkatnya jumlah keanggotaan Keluarga Besar PII sampai hari ini, baik yang aktif di bidang Pendidikan, politik, ekonomi, pengusaha, bahkan birokrasi pemerintahan, maka tak pelak organisasi keluarga besar PII ini memiliki beraneka ragam kultur, profesi, sikap, dan afiliasi politik. Keragaman ini harus menjadi pertimbangan kunci bahwa, menjadi Keluarga Besar PII yang berbeda-beda adalah Sunnatullah.

Oleh karena itu, bandul kebijakan Organisasi Keluarga Besar PII sedapat mungkin senantiasa berjalan di tengah tengah keragaman itu. Dengan keragaman sumber daya yang dimiliki KB PII melalui ketua umum Pengurus Besar Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PB KB PII) Nasrullah Larada 2015-2019, memberikan perhatian serius dalam program-program PB, terutama dalam bidang pendidikan. Ketua Umum PB KB PII periode 2015-2019, Nasrullah Larada mengatakan bahwa, "Pengurus Besar Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia selalu memberikan program-program serius dalam bidang pendidikan. Kelurga Besar PII harus mampu memberikan sumbangsih terhadap arah pendidikan Indonesia ke depan, dengan berorientasi pada pemecahan masalah serta pemenuhan kebutuhan bangsa,” ujar Nasrullah Larada, yang terpilih sebagai Ketua Umum Keluarga Besar Persatuan Islam Indonesia (KB PII) pada, Minggu (17/1).

Selain itu, ia juga mengatakan dunia pendidikan di Indonesia bukanlah dunia asing yang berjarak dengan apa yang kita butuhkan, terlebih lagi dengan pemberlakuan MEA yang mulai berlangsung di awal tahun 2016 ini tidak hanya membuka arus perdagangan barang dan jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja profesional asing, sehingga persaingan tenaga kerja akan semakin meningkat.

"Dengan pemberlakuan MEA pada awal 2016 maka Indonesia harus siap bersaing, yang bukan hanya pada sektor perdagangan dan jasa tetapi juga pasar tenaga kerja asing, sehingga persaingan akan semakin meningkat," tambah Nasrullah Larada, sebagai Ketum PB KB PII periode 2015-2019.

Pendidikan juga harus mengutamakan nalar. Hasil evaluasi Lembaga-lembaga pemeringkat kualitas pendidikan di dunia seperti PISA (Program for Internasional student assesment), TIMMS (Trends in International Mathematics and Science Study), dan PIRLS (Progress in International Reading Literacy Study) menunjukan lemahnya kemampuan nalar anak didik atau pelajar Indonesia dibandingkan dengan negara negara lain. Padahal kemampuan nalar diyakini sebagai dasar dari pembentukan sikap dan perilaku atau watak (karakter).

“Menghadapi MEA kita dituntut untuk mampu bersaing disegala bidang, terutama tenaga kerja profesional supaya kita tidak tertinggal dari negara-negara lainnya,” jelas Nasrullah Larada.

Hal itu pun juga senada dengan Pendidikan yang mengutamakan kemampuan nalar ini, diharapkan anak didik yang dihasilkan dari lembaga - lembaga pendidikan mampu meng-counter berbagai opini yang menyesatkan bagi keutuhan NKRI, terutama terkait aliran yang menyesatkan keutuhan NKRI. "Karena pembentukan kondisi yang menyesatkan adalah teror bagi anak bangsa dimana mereka berada," ujar Nasrullah.

Ia pun mengibaratkan dengan pepatah yang sempat diutarakan oleh Nasrullah, dari peraih nobel Perdamaian 2014 Malala Yosefzai 'with guns you can kill terrorism, with education you can kill terrorism, karena perlawanan senjata hanya menghentikan pelaku terornya saja," tandas Nasrullah Larada.(bh/mnd)



 
   Berita Terkait > PB PII
 
  Pelantikan Pengurus PB PII Periode 2017-2020
  Pelantikan PB KB Pelajar Islam Indonesia Periode 2015-2019
  PB PII Serukan Persatuan dan Kedamaian
 
ads1

  Berita Utama
Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk

Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

 

ads2

  Berita Terkini
 
Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk

Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2