JAKARTA, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal Moeldoko meluncurkan buku "TNI dan AirAsia QZ-8501: Harmoni Dalam Misi Kemanusiaan" dan meresmikan Museum Media Penerangan TNI, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (5/5).
Acara dihadiri para Kepala Staf TNI, Wagub DKI Jakarta Djarot Saefullah, Letjen (Pur) Sjafri Sjamsudin, Kapuspen TNI Mayjen M Fuad Basya, Pangdam Jaya Mayjen TNI Agus Sutomo, atase pertahanan negara sahabat, Kabasarnas Masdya FHB Soelistyo, dan lain-lain.
Dalam sambutannya, Panglima TNI Dr. Moeldoko mengatakan peluncuran buku tersebut merupakan rekaman wujud tanggung jawab sosial TNI.
"Dalam jiwa prajurit profesional, di situ mengalir sebuah tanggung jawab sosial. Atas dasar itu, TNI bekerja sungguh-sungguh menjalankan tugas yang tertera dalam operasi militer selain perang ," jelas Moeldoko.
Ke depannya, TNI dalam setiap operasi SAR, akan terus bekerja maksimal dan bersinergi dengan instansi SAR terkait.
"Dari awal perintah saya kepada seluruh prajurit, beri dukungan sepenuhnya kepada Basarnas," kata Moeldoko. "Tidak ada sedikit pun upaya TNI menggeser peran Basarnas. Karena kita paham atas tugas dan tanggung jawab masing-masing," sambungnya menegaskan.
Moeldoko juga merasa senang karena dalam SAR AirAsia QZ8501, TNI bisa bersinergi dengan Basarnas, Polri, BNPB, dan lain-lain. Dirinya bangga karena kerja keras TNI juga diapresiasi negara-negara lain.
"Hal itu bisa menjadi ukuran TNI profesional apa tidak," imbuh Moeldoko.
Sementara itu Kapuspen TNI Mayjen TNI M Fuad Basya, menjelaskan latar belakang penyusunan buku 'TNI dan AirAsia QZ-8501: Harmoni Dalam Misi Kemanusiaan' itu untuk merekam kiprah satgas SAR TNI dalam misi kemanusiaan dalam SAR tragedi AirAsia QZ8501 beberapa waktu lalu.
"Ini untuk membuktikan panggilan tugas militer selain perang sama pentingnya bagi TNI," kata Fuad. Buku itu juga wujud kepedulian dan dan dukacita TNI bagi para keluarga korban pesawat nahas tersebut.
Buku setebal 308 halaman itu dikatakan Fuad juga sebagai pembelajaran bagi para prajurit TNI dan lembaga-lembaga lain terkait SAR. Ia berharap ke depan tugas SAR dapat dilaksanakan lebih baik dan maksimal.
"Pelaksanaan SAR berikutnya harus dapat lebih baik dan optimal. Kendala-kendala harus dieliminasi," ucap Fuad.
Fuad juga bicara soal pembangunan Museum Media Penerangan TNI. Museum itu menyimpan berbagai koleksi produk dan peralatan Penerangan TNI yang bernilai sejarah. Baik berupa peralatan, video, foto, dan lain-lain.(bh/yun) |