Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Pemilu 2014
Pendukung Prabowo-Hatta Melakukan Aksi Unjukrasa Damai di Depan KPU
Monday 21 Jul 2014 22:35:42
 

Para Relawan masa pendukung Capres Prabowo-Hatta, berunjuk rasa di depan gedung KPU Pusat Jl.Imam Bonjol Jakarta, Senin (21/7).(Foto: BH/bar)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Para relawan pendukung pasangan Capres-Wapres nomor urut 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, melakukan aksi unjuk rasa damai di depan gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia, perihal pihak KPU yang tidak memberikan keadilan dan demokrasi dengan tidak mengindahkan rekomendasi yang diberikan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk melakukan kroscek ulang pada 5.800 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang diduga terdapat pelanggaran.

"Kami tidak mempermasalahkan siapa yang menang dalam Pilpres 2014. Yang kami tidak terima adalah kinerja KPU yang tidak menegakkan demokrasi karena tidak mengindahkan rekomendasi Bawaslu. Kami hanya menginginkan keadilan," ujar seorang orator di atas mobil komando di Jalan Imam Bonjol, Menteng Jakarta Pusat, Senin siang (21/7)

Sebagai bentuk kekecewaan, ratusan masa pengunjukrasa pun menggotong replika keranda mayat dan sangkar burung, sebagai simbol matinya demokrasi para komisioner KPU RI sebagai penyelenggara Pilpres 2014.

Di tengah suasana sibuk para anggota dan Ketua KPU dengan Rapat Pleno Rekapitulasi Nasional di dalam gedung KPU, para pendemo datang secara silih berganti dalam menggeler aksi di jalanan pas di depan kantor KPU. Para pendemo seakan tak henti-hentinya dalam berorasi. Mereka menuntut KPU harus melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di sejumlah TPS yang ada dibeberapa daerah di Jakarta dan di Indonesia.

Andre Rosiadi selaku tim kampanye Nasional pendukung Prabowo-Hatta beserta masa Badan Esekutif Mahasiswa (BEM) Jakarta Raya Aliansi Penyelamat Pemilu dan Pasopati yang turut andil, serta menggelar aksi ini meng-klaim bahwa demonstrasinya dimaksudkan untuk aksi damai yang anti kekerasan.

“Kita menginginkan Pemilu kali ini berjalan secara jujur, adil dan damai," ujarnya. Serta melakukan Aksi simbolis tutup mulut ini juga datang dari aliansi BEM se-Jakarta Raya, Aliansi Penyelamat Pemilu dan Pasopati,” teriak Andre.

Menurutnya, pihaknya mempertanyakan netralitas KPU beserta keengganannya melakukan PSU yang sudah mendapat rekomendasi dari Bawaslu Provinsi DKI Jakarta.

“Rekomendasai Bawaslu DKI Jakarta di 5.800 TPS, kami juga minta PSU di sejumlah TPS di Jatim, kita minta PSU aja, bukan Pemilu Ulang,” terangnya.

Pantauan pewarta, pihak Aparat Kepolisian melakukan pengamanan ketat pada pendemo aksi unjukrasa dan memblokade akses Jalan Imam Bonjol yang menuju ke Bundaran HI, sehinga arus lalu lintas di daerah tersebut menjadi lumpuh dan macet.(bhc/bar)



 
   Berita Terkait > Pemilu 2014
 
  Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
  3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
  Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
  NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
  Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
ads1

  Berita Utama
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2