Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Kamboja
Pengadilan HAM Kamboja Kehabisan Dana
Tuesday 31 Jan 2012 22:35:26
 

Pegawai lokal tidak mendapat gaji Januari namun pegawai internasional digaji langsung oleh PBB (Foto: AFP Photo)
 
PHNOM PENH (BeritaHUKUM.com) – Pengadilan Kamboja untuk Khmer Merah yang didukung PBB, ternyata kehabisan dana untuk membayar gaji ratusan pegawai. Tidak satupun dari 300 pegawai di pengadilan tersebut—mulai dari hakim hingga supir—belum mendapat gaji bulan Januari ini. Bahkan, diperkirakan takkan pula mendapat gaji Februari hingga Maret nanti.

Ketiadaan dana untuk gaji pegawai itu, disebabkan sumbangan dari negara-negara donor sudah habis. Namun, sekitar 130 staf internasional tetap akan mendapat gaji seperti biasa, karena dibayar langsung oleh PBB.

Para pegawai lokal di pengadilan kejahatan perang selama ini mendapat gaji yang bersumber dari sumbangan sukarela beberapa negara, antara lain Jepang, Prancis, dan Australia. "Kami tidak punya uang. Kami berharap negara-negara donor akan memberikan dana mendesak untuk para pegawai," kata juru bicara pengadilan, Neth Pheaktra kepada kantior berita AFP, Selasa (31/1).

Keterbatasan dana dalam beberapa tahun belakangan memang membayang-bayangi pengadilan, namun baru kali ini sampai menghambat pembayaran gaji pegawai selama sebulan penuh. Tahun lalu pengadilan membutuhkan dana sekitar 10 juta dolar AS yang berasal dari sumbangan negara donor dan diharapkan jumlah yang sama bisa diperoleh untuk 2012.

Para pejabat pengadilan rencananya akan terbang ke New York pada Februari untuk bertemu dengan negara-negara donor guna membahas anggaran 2012-2013. "Kami berharap negara-negara donor akan memberikan dana mendesak untuk para pegawai," tambah Pheaktra.

Didirikan pada 2006, perngadilan bertujuan meminta pertanggungjawaban para pemimpin Khmer Merah atas tewasnya dua juta warga Kamboja pada masa pemerintahan mereka tahun 1975-1979.

Pengadilan kini sedang dalam proses menyidangkan mantan Presiden Demokratik Kamboja Khmer Merah, Khieu Samphan, mantan menteri luar negeri, Ieng Sary, dan Nuon Chea, salah seorang tangan kanan pemimpin utama Khmer Merah, Pol Pot. Istri Ieng Sary yang pernah menjabat menteri sosial, Ieng Thirith, juga sedang diadili.

Hingga saat ini baru satu tokoh Khmer Merah, Kaing Guek Eav, yang dinyatakan bersalah dan dihukum penjara 35 tahun. Dia dulu menjabat kepala penjara dan sekitar 15.000 orang tewas di dalam penjara tersebut.(bbc/sya)




 
   Berita Terkait > Kamboja
 
  Rezim Kamboja Pemimpin Khmer Merah Didakwa Pengadilan Bersalah atas Genosida
  Partai PM Hun Sen Menang Pemilu Kamboja
  Delegasi Kamboja Bawa Rombongan Kabinet ke Konferensi International CAPDI
  Raja Sihanouk Asal Kamboja Wafat di Cina
  Pengadilan HAM Kamboja Kehabisan Dana
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2