Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Cyber Crime    
TPPO
Penyedia Seks Anak di Bawah Umur Ditangkap
2016-08-31 20:30:00
 

Praktik pelacuran anak di bawah umur di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Subdit Cyber Crime Mabes Polri mengungkap praktik pelacuran anak di bawah umur di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Pelaku melancarkan aksi haramnya melalui akun Facebook (FB).

Polisi telah menangkap seseorang berinisial AR (41) yang mengelola Rio Ceper Manajemen di Jalan Raya Puncak km 75 Cipayung,? Selasa (30/8). Saat ditangkap diamankan tujuh orang korbannya yang rata-rata di bawah 18 tahun.

"Kami bersama Kominfo, KPAI dan Kemensos akan tangani holistik persoalan ini. Bukan hanya hukum pelaku tapi juga persoalan lain ke korban bagaimana mengembalikan mereka," kata Dir Pidsus Brigjen Agung Setya di Mabes Polri, Rabu (31/8).

AR menawarkan anak berusia kurang dari 18 tahun bagi kaum homoseksual melalui "online". Ada 99 anak yang ditawarkan pelaku yang merupakan residivis, kasus penjualan perempuan dan baru bebas enam bulan lalu itu.

"(Bagaimana pelaku merekrut) masih pendalaman, tapi kita terus identifikasi. Tiap anak beda dengan anak yang lain. Apalagi ini anak laki-laki, kami identifikasi lebih dalam," lanjutnya.

Khusus tujuh anak yang ditangkap bersama pelaku akan diperiksa, apakah terinfeksi penyakit. Mereka kini ditempatkan di rumah singgah bersama psikiater dan diharapkan kondisinya segera pulih.

"Anak-anak ini rata-rata di bawah 18 tahun. Ini perlu diseriusi. Ini generasi masa depan. Kami kembangkan siapa penggunanya. Anak harus dilindungi, jangan sampai dianggap suka sama suka," ujarnya.

Para korban malang itu, sebagian besar berasal dari Jawa Barat. Tarif pelacuran anak di bawah umur Rp 1,2 juta korban rata-rata hanya dapat Rp 100-150.000. Diperkirakan AR yang ditangkap mempunyai pelaku seksual menyimpang meski diketahui sudah berkeluarga.

AR dijerat UU No.11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), UU No. 44 tentang pornografi, UU No.21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan UU No.35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.(bh/as)



 
   Berita Terkait > TPPO
 
  Alifudin Minta BP2MI Selidiki Dugaan Keterlibatan Konsorsium 303 di Kasus TPPO
  Mahfud MD Minta Polri dan BP2MI Perkuat Kerjasama Tekan Kasus Perdagangan Orang
  148 Perkara Perdagangan Orang Telah Ditangani Polri Sepanjang 2020
  Polri Tetapkan 3 Tersangka Kasus TPPO ABK Indonesia di Kapal Long Xing 629
  Kemiskinan Jadi Sumber Tindak Pidana Perdagangan Orang
 
ads1

  Berita Utama
KPK Tetapkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati dan 9 Orang sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap Perkara di MA

Heboh Video! Antrian Panjang di SPBU Kota Manna Bengkulu Selatan, BBM Langka?

Tarif Ojol Naik, Wakil Ketua MPR: Pemerintah Tidak Memahami Kesulitan Hidup Rakyat

Pemerintah Umumkan Harga BBM Pertalite Naik dari Rp 7.650 Menjadi Rp 10.000

 

ads2

  Berita Terkini
 
Firli Bahuri: Bahaya Laten Korupsi Harus Diberantas Sampai ke Akarnya

Di P20, DPR Siap Tunjukkan Komitmen Indonesia Kurangi Emisi Lewat Konsep Go Green

Satgas BLBI Harus Tagih Dana BLBI Rp110,4 Triliun

Willem Wandik Sampaikan Sakit Hati Masyarakat Papua atas Pernyataan Menko Polhukam

Putri Candrawathi, Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J Akhirnya Ditahan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2