Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Gaya Hidup    
GPS
Perempuan Lebih Enggan Memakai Navigasi GPS Ketimbang Laki-Laki
Friday 17 Aug 2012 21:36:44
 

GPS Navigation (Foto: ist)
 
SYDNEY, Berita HUKUM - Dalam perkembangan auto mobil yang telah dilengkapi berbagai kecanggihan teknologi, ternyata perempuan masih kurang meminati penggunaan alat canggih tersebut ketimbang laki-laki. Salah satunya ialah GPS yang dapat membantu pengendara mobil.
Hal ini seperti apa yang diungkap dalam penelitian oleh Australian Association for Motor Insurers (AAMI), laki-laki lebih cenderung memanfaatkan perangkat navigasi GPS ketimbang perempuan.

Berdasarkan penelitian tersebut, AAMI memaparkan bahwa, "sekitar 65 persen laki-laki cenderung menggunakan alat navigasi GPS, sedangkan perempuan hanya sekitar 50 persen saja. Bahkan, laki-laki lebih dekat dengan ketergantungan pada alat tersebut", ujar AAMI.

Dijelaskan oleh Reuben Aitchison, Corporate Affairs Manager AAMI, laki-laki enggan mempertanyakan arah perjalanannya. "Itu seperti sebuah harga diri yang terkadang lebih tepat disebut sebagai keras kepala,” paparnya, dalam sebuah media pada Jumat (17/08).

Sementara perempuan enggan menggunakan alat itu karena perempuan cenderung enggan memperumit diri dengan penggunaan alat bantu.(bhc/frd)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2