YOGYAKARTA, Berita HUKUM - Sekolompok masyarakat yang mengatasnamakan Kawula Ngayogyakarta Hadiningrat melakukan aksi simpatik dengan pawai berjalan kaki dari Gedung DPRD DIY menyusuri kawasan Malioboro menuju Gedung Agung Yogyakarta, Jumat (4/1). Aksi ini merupakan cara warga dalam memperingati 67 tahun ‘Jogja Kota Republik’, yakni momentum perpindahan ibukota Indonesia dari Jakarta ke Yogykarta pada tahun 1946.
Koordinator kegiatan, Widihasto Wasana Putra mengatakan, masyarakat selalu mengenang kejadian itu hingga saat ini. Ini sekaligus juga membuktikan jika Yogyakarta memang memiliki peranan dalam perjalanan kemerdekaan bangsa ini.
“Dipilihnya Yogyakarta saat itu karena wilayah ini cukup setrategis untuk pemerintahan serta yang tak kalah pentingnya karena Yogyakarta memiliki kraton yang pada saat itu memiliki peranan besar dalam perjuangan,” tegas Widihasto.
Yogyakarta lewat pemerintahan kratonnya juga mempunyai peranan penting dalam pendirian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Raja Kraton Yogyakarta saat itu, Sri Sultan HB IX memberikan kuntribusi tenaga dan pikiran bersama pemerintahan saat itu dibawah Presiden Soekarno.
Dalam pawai ditengah gerimis hujan siang tadi warga yang sebagian besar mengenakan busana Jawa tersebut terlihat nampak antusias. Sepanjang jalan warga melantunkan gending-gending Jawa maupun lagu perjuangan. Di depan bekas istana negara Gedung Agung, warga memanjatkan doa dan membakar dupa serta kemenyan. (den/krj/bhc/sya) |