JAKARTA, Berita HUKUM - Pertagas selaku anak usaha PT. Pertamina (Persero), akan membangun mini Liquedfied Natural gas (LNG) storage beserta unit regasifikasinya. Direktur Utama PT Pertagas Hendra Jaya, mengatakan fasilitas tersebut akan menjadi yang pertama di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar pembangkit listrik milik PT PLN di Bali.
Menurut hendra, investasi pembangunan mini LNG storage beserta unit regasifikasinya diperkirakan membutuhkan dana sebesar US$ 50-60 juta dengan kapasitas sekitar 0,3 MTPA atau setara 50 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd).
"Suplai gas akan dipasok dari Bontang LNG yang berlokasi di Kalimantan dan Sengkang LNG secara bergantian," kata Hendra, di Kampus Trisakti, Jakarta, Jumat (19/9).
fasilitas ini diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan bahan bakar pembangkit listrik berkapasitas 200 MW.
"Pertagas akan menyuplai kebutuhan anak usaha PLN, PT Indonesia Power di Bali sebesar 3,36 MTPA selama 16 tahun untuk periode 2019-2035," tambah hendra.
LNG akan diregasifikasi di Land Storage Regasification Unit (LSRU) di Pelabuhan Benoa, Bali. Gas kemudian akan disalurkan ke pembangkit melalui pipa sepanjang 3 kilometer.
Pertagas juga akan melihat potensi pasar di industri lain yang masih menggunakan bahan bakar minyak untuk bisa dialihkan ke gas.
"Harapannya Bali bisa menjadi Green Island yang menggunakan bahan bakar bersih dan bebas polusi," ungkap Hendra.
Sedangkan untuk pelabuhannya, perusahaan bekerjasama dengan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). Keberhasilan mini LNG storage di Bali akan menjadi brand mark perusahaan untuk pengembangan selanjutnya khususnya di wilayah Indonesia Timur baik untuk pembangkit maupun industri pertambangan.
Sementara itu, Pertagas juga terus melakukan terobosan konversi BBM ke gas di Industri pertambangan.
"Akhir tahun lalu, Pertagas memulai proyek perdana pemandaatan LNG di pertambangan batubara milik PT Indominco Mandiri. Saat ini sudah ada 4 tangki LNG yang dikirim ke sana melalui tangki darat," pungkas Hendra.(bhc/mat/ist)
|