Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Cyber Crime    
Penipuan
Perusahaan Indonesia di Mossack Fonseca Tipu 3.500 Orang
2016-04-05 19:25:39
 

Sekitar 11 juta dokumen Mossack Fonseca bocor. Firma hukum Panama Mossack Fonseca menjadi sentral dari skandal penggelapan pajak tokoh-tokoh dan perusahaan-perusahaan dunia yang disebut dengan skandal "Panama Papers" (Reuters).(Foto: Istimewa)
 
WASHINGTON, Berita HUKUM - Konsorsium Internasional untuk Jurnalis Investigatif (ICIJ) menyebut salah seorang investor kecil mengklaim bahwa sebuah perusahaan yang tergabung dengan Mossack Fonseca di British Virgin Islands telah menipu 3.500 orang dengan nilai setidaknya 150 juta dolar Amerika Serikat (AS).

"Kami sangat membutuhkan uang itu untuk membayar uang sekolah anak kami Bulan April ini," kata salah seorang investor asal Indonesia dalam pesan email pada Mossack Fonseca pada Bulan April 2007 setelah pembayaran berhenti, dalam dokumen yang bocor.

"Anda dapat memberikan kami saran apa yang bisa kami lakukan," kata investor itu dalam Bahasa Inggris yang buruk setelah melihat nama Mossack Fonseca dalam sebuah brosur iklan dana investasi.

Setidaknya ada sekitar 800 nama pebisnis dan politikus Indonesia termasuk dalam daftar klien Mossack Fonseca, sebuah firma hukum asal Panama yang dibocorkan ke publik pada, Senin (4/3). Mereka masuk dalam daftar tersebut karena pernah menyewa Mossack Fonseca untuk mendirikan perusahaan di luar negeri atau "offshore".

Skandal yang dinamai "Panama Papers" itu dipublikasikan oleh The International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ).

Selain mencantumkan nama-nama asal Indonesia, dokumen finansial itu memuat sejumlah kepala negara (mantan dan yang masih menjabat), pebisnis internasional, dan tokoh dunia.

Sementara, Bocornya jutaan dokumen dari sebuah firma hukum bernama Mossack Fonseca mengungkap dugaan pencucian uang yang dilakukan orang-orang yang dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Tapi, selain itu, dokumen tersebut juga menimbulkan kebingungan karena banyak istilah-istilah keuangan yang mungkin belum pernah didengar sejumlah orang.

Pada prinsipnya memang ada cara-cara yang sah untuk menggunakan 'surga pajak' namun sebagian besar dipakai untuk menyembunyikan pemilik uang yang sebenarnya, asal usul uang, sekaligus menghindari pajak atas uang tersebut.

Jika Anda, katakanlah seorang pengusaha kaya di Jerman yang ingin menghindari pajak, atau penyelundup gelap narkotika, atau seorang penguasa brutal, maka cara yang digunakan untuk menghindari pajak dan menyembunyikan asal-usul uang amat mirip.

Mossack Fonseca mengatakan selalu mematuhi protokol internasional untuk menjamin perusahaan yang mereka tangani tidak menggunakan jasa mereka untuk menggelapkan pajak, pencucian uang, pendanaan terorisme, atau tujuan-tujuan lain yang melanggar hukum.

Perusahaan kulit

Sebuah perusahaan kulit tampak seperti perusahaan yang menjalankan bisnis dengan sah. Namun kulit yang isinya kosong. Perusahaan semacam itu hanya mengelola uang dan menyembunyikan pemiliknya. Pihak manajemen perusahaan terdiri dari pengacara, akuntan, atau pesuruh kantor, yang menandatangani dokumen-dokumen dan membiarkan nama mereka muncul di surat-surat.

Jika pihak berwenang ingin menemukan orang yang benar-benar memiliki atau menguasai uang di perusahaan, akan diberitahu bahwa pemiliknya adalah manajemen perusahaan tapi itu cuma di permukaan saja. Ada orang yang membayar mereka sehingga bisa menyembunyikan uangnya dari pihak berwenang atau dalam beberapa kasus menyembunyikan dari para mantan istri. Perusahaan kulit juga bisa disebut perusahaan 'kotak pos' karena tak lebih dari alamat untuk tujuan pengiriman surat.

Pusat keuangan lepas pantai

Jika Anda memiliki perusahaan kulit maka Anda tidak ingin berpusat di London atau Paris karena pihak berwenang biasanya akan bisa menemukan pemiliknya, jika mereka ingin mengetahuinya. Anda membutuhkan pusat keuangan lepas pantai (offshore company), atau yang sering disebut 'surga pajak'. Biasanya surga pajak ini berada di negara-negara pulau kecil dengan keamanan perbankan yang rahasia atau nyaris tanpa pajak untuk transaksi keuangan. Ada beberapa negara seperti ini di seluruh dunia, antara lain Kepulauan British Virgins, Bahama, dan Panama. Di tempat-tempat itu, layanan keuangan jelas sah. Namun daya tariknya bagi para pengemplang pajak terletak pada kerahasiaan dan kelemahan pihak regulator yang menutup mata.

Pemegang saham dan obligasi

Dengan lapisan tambahan 'tanpa nama', maka agar Anda bisa memindahkan uang dalam jumlah besar dengan mudah, saham dan obligasi menjadi jawabannya. Pada setiap uang kertas Inggris Raya senilai 5 pounds ada kalimat 'Saya berjanji membayar pemegang sejumlah lima pounds'. Itu berarti jika uang itu ada di dalam kantong Anda maka itu milik Anda: orang yang memegang atau membawa uang adalah pemiliknya, yang bisa menggunakannya atau melakukan apapun yang dia inginkan dengan uang itu.

Pemegang saham dan obligasi sama dengan hal tersebut. Orang yang memegang dan membawanya di kantong, di tas, atau di kotak penyimpan adalah yang memilikinya. Namun nilainya bukan 5 pounds. Pemilik obligasi biasanya dalam jumlah bulat seperti 10.000. pounds Amat mudah digunakan jika Anda ingin memindahkan sejumlah besar uang atau jika ingin menghindari kepemilikan. Jika obligasi disimpan oleh pengacara di kantor di Panama, siapa yang bisa tahu kalau itu milik Anda atau bahkan bahwa obligasi itu memang ada? Ini menjadi salah satu alasan pemerintah Amerika Serikat menghentikan penjualan obligasi 'bearer' pada tahun 1982. Amat mudah bagi penjahat untuk menggunakannya.

Pencucian uang

Pencucian uang secara harfiah berarti membersihkan uang 'kotor' sehingga Anda bisa menggunakannya tanpa mengundang kecurigaan. Jika Anda penyelundup narkotika, atau sebutlah politisi korup, maka Anda akan memiliki banyak uang tunai dan tidak ada cara untuk menghabiskan atau menyembunyikannya tanpa kecurigaan. Jadi uang itu perlu dibersihkan sehingga Anda mengirimkan ke sebuah perusahaan tidak jelas di pusat keuangan lepas pantai dan mereka mungkin akan membantu Anda untuk mengubahnya menjadi obligasi yang dimiliki sebuah perusahaan kulit sehingga tidak ada yang tahu.

Melanggar sanksi

Salah satu cara untuk menghukum dan berupaya membatasi kekuasaan dari rezim-rezim 'jahat' di dunia adalah memberikan sanksi. Hal ini mencakup pembatasan impor peralatan militer atau amunisi, larangan ekspor minyak dan produk lain, maupun sanksi pribadi: berupa penutupan rekening bank milik diktator dan kawan-kawan, keluarga, serta pendukungnya. Pemerintah Inggris saat ini menerapkan ribuan sanksi atas sejumlah negara, perusahaan, dan individu-individu. Namun semakin berat sanksi atas rezim tertentu, maka semakin banyak uang yang dibuat dengan melanggarnya. Memberikan rekening bank rahasia kepada para penguasa 'jahat', atau memasok senjata untuk salah satu maupun kedua belah pihak yang berperang serta mendanai ambisi nuklir dari rezim yang diasingkan akan menghasilkan uang lebih besar. Tentu saja banyak rekening bank rahasia dan perusahaan kulit di sejumlah bagian dunia yang 'diabaikan' oleh para pihak berwenang, sehingga melanggar sanksi menjadi tindakan yang menguntungkan dan aman.

Peraturan tabungan Eropa

Untuk mencegah orang menyembunyikan uang dari otoritas pajak, Uni Eropa memberlakukan Peraturan Tabungan Eropa, ESD. Pada prinsipnya bank-bank di negara-ngeara Uni Eropa menarik pajak dari rekening bank yang dimiliki warga dari negara Uni Eropa lain. Jadi Anda bisa saja orang Irlandia dengan rekening bank di Belanda, namun jangan harap jika otorita pajak di Irlandia tidak menemukan rekening Anda itu atau tidak bisa menarik pajak. ESD membuat amat sulit untuk menyembunyikan uang Anda di Eropa. Ketika ESD dibahas dan diterapkan, tiba-tiba terjadi peningkatan jumlah orang-orang yang ingin membuka rekening bak di luar Uni Eropa, sehingga meningkatkan daya tarik tempat-tempat seperti Panama dan Kepulauan British Virgins.(ida/s/BBC/Antara/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Penipuan
 
  Dugaan Penipuan Terhadap Mantan Direktur PT. LDS, Eksepsi Kuasa Hukum: Bukan Perkara Pidana Ternyata Perdata
  Bekas Karyawan Pinjol Jual Data Nasabah Catut Nama Bank BCA Ditangkap Siber Polda Metro
  Angelin Pemilik Toko SJP dan SJT Dilaporkan ke Polisi, Diduga Lakukan Penipuan Rp 4 Milyar
  Empat Pria Penipu Tiket Konser Coldplay Ditangkap di Sulawesi Selatan
  Polisi Tangkap 55 WNA terkait Dugaan Penipuan melalui Media Elektronik
 
ads1

  Berita Utama
Jokowi Akhirnya Laporkan soal Tudingan Ijazah Palsu ke Polisi, 5 Inisial Terlapor Disebut

Polri Ungkap 72 Kasus Destructive Fishing, Selamatkan Kerugian Negara Rp 49 Miliar

3 Anggota Polri Ditembak Oknum TNI AD di Way Kanan Lampung, Menko Polkam Minta Pelaku Dihukum Berat

Tolak Tawaran Jadi Duta Polri, Band Sukatani Akui Lagu "Bayar Bayar Bayar" Diintimidasi

 

ads2

  Berita Terkini
 
Jokowi Akhirnya Laporkan soal Tudingan Ijazah Palsu ke Polisi, 5 Inisial Terlapor Disebut

Polri Ungkap 72 Kasus Destructive Fishing, Selamatkan Kerugian Negara Rp 49 Miliar

3 Anggota Polri Ditembak Oknum TNI AD di Way Kanan Lampung, Menko Polkam Minta Pelaku Dihukum Berat

BNNP Kaltim Gagalkan Peredaran 1,5 Kg Sabu di Samarinda dan Balikpapan

Kasus Korupsi PT BKS, Kejati Kaltim Sita Rp2,5 Milyar dari Tersangka SR

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2