Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    

Petugas Keamanan Meksiko Tangkap Kepala Penjara
Friday 24 Feb 2012 00:48:42
 

Persoalan korupsi dan perkelahian antar geng meruapakan hal yang kerap terjadi pada penjara Meksiko (Foto: Reuters Photo)
 
MEXICO CITY (BeritaHUKUM.com) – Petugas keamanan Meksiko menangkap pimpinan dan puluhan petugas penjara Apodaca. Mereka diduga bekerja sama dengan anggota geng obat bius di wilayah Nuevo Leon. Petugas penyelidik mengklaim memiliki bukti kuat bahwa para penjaga ini membantu rencana pembunuhan yang diotaki anggota geng Zetas.

Para petugas ini juga diindikasikan terlibat dalam upaya pelarian massal anggota geng Zetas dan membantu aksi penyerangan terhadap anggota geng lawannya di penjara tersebut. Akibat tindakan para direktur dan petugas penjara itu setidaknya 33 anggota geng Zetas berhasil melarikan diri dan menewaskan 44 orang anggota geng Gulf Cartel yang menjadi lawan mereka.

Menurut petugas penyelidik tersebut, sebanyak 44 tahanan yang merupakan anggota geng Gilf Cartel tewas ditikam, dipukuli dan dicekik oleh lawannya saat bentrokan tersebut terjadi. Peristiwa berdarah di penjara Apodaca, Monterey ini merupakan peristiwa terburuk yang pernah terjadi di Meksiko.

"Penyelidikan telah berhasil mengungkap partisipasi langsung para petugas dalam kerusuhan tersebut dan beberapa yang lainnya ikut membantu pelarian tahanan," kata jaksa penuntut umum dari negara bagian Nuevo Leon, Adrian la Garza.

Pihaknya juga menyimpulkan bahwa peristiwa ini bukan hanya perkelahian antar anggota geng, tapi merupakan pembunuhan yang langsung dikerjakan dengan serangan langsung terhadap tahanan lain yang sengaja disasar di penjara tersebut.

Mereka yang telah ditangkap dalam kasus ini adalah Direktur Penjara, Geronimo Martinez, Wakilnya Juan Hernandez dan Kepala Keamanan Penjara, Oscar Laureno. Sementara penyelidikan masih berlangsung, petugas juga telah menahan 29 orang tersangka lainnya.

Kasus kekerasan antar geng dan korupsi merupakan persoalan yang kerap terjadi disejumlah penjara Meksiko. Selain petugas keamanan, penyelidikan juga dilakukan oleh Komisi Hak Asasi Manusia negara itu, mereka mendesak agar pemerintah melakukan upaya lebih untuk mencegah kekerasan di sejumlah penjara.(bbc/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2