JAKARTA, Berita HUKUM - Pihak Produk Tinta Printer Hewlett-Packard (HP) melaporkan 3 toko yang diduga mendagangkan produk yang diketahui produk tersebut merupakan hasil tindak pidana merek, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102 Undang-Undang No.20 tahun 2006 tentang Merek.
Menurut kuasa hukum tinta merek HP, Gregorius Upi menyatakan telah melakukan penggeledahan terhadap toko dan gudang Toko RB, Toko SC dan Toko SB pada hari Kamis tanggal 5 April 2018.
"Toko RB berada di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Toko SC ada di Pasar Rumput, Jakarta Selatan, dan Toko SB di Mangga Dua, Jakarta Pusat," ujar Gregorius Upi usai koordinasi kasus tersebut di Polda Metro Jaya, Jumat (6/4).
Terlapor memperdangkan produk tinta printer HP palsu dengan cara membuat sendiri kemasan kardus tinta printer HP palsu, termasuk membuat label stiker keamanan HP palsu dan mengisi cartridge HP kosong dengan menggunakan tinta yang berkualitas rendan dan menjualnya seolah-olah sebagai produk tinta printer HP yang asli.
"Aksi pedagang produk tinta printer HP palsu dengan cara mengumpulkan kemasan kardus tinta printer HP kosong dan cartridge HP kosong, kemudian mengisi ulang dengan menggunakan tinta yang berkualitas rendah dan menjualnya kembali seolah-olah sebagai produk tinta printer HP yang baru," ucapnya.
Pengaduan terhadap Toko RB, Toko SC dan Toko SB yang memperdagangkan produk tinta printer HP palsu kepada Polda Metro Jaya adalah keinginan Hewlett-Packard Development Company LP.
Selanjutnya, pihak produk tinta merek HP melakukan penyitaan barang bukti antara lain berupa ratusan produk tinta printer HP palsu, ratusan kemasan kardus tinta printer HP kosong, ratusan cartridge HP kosong dan ratusan label stiker keamanan HP palsu.
Ada 3 laporan Hewlett-Packard Development Company LP ke Polda Metro Jaya, a. LP/1105/III/2018/PMJ tanggal 1 Maret 2018, b. LP/1106/III/2018/PMJ tanggal 1 Maret 2018, c. LP/1107/III/2018/PMJ tanggal 1 Maret 2018.(bh/as) |