JAKARTA, Berita HUKUM - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan siap mendukung Khofifah Indar Parawansa sebagai Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur di pemilihan gubernur (Pilgub) 2013 ini. Khofifah yang merupakan tokoh Nahdatul Ulama (NU), selain didukung penuh oleh PKB, PBNU juga menyatakan akan mendukung mantan calon Cagub lalu itu. Bahkan PBNU berhasrat besar akan menduetkan tokoh NU di Jatim, dalam hal ini PKB dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ingin menduetkan Khofifah dan Syaifullah Yusuf yang saat ini masih menjabat Wakil Gubernur Jatim.
Hal itu diungkapkan langsung oleh ketua umum PBNU, Said Aqil Sirad. Said Aqil saat ditemui dalam acara pertemuan DPP PKB, yang juga dihadiri langsung oleh Khofifah dan Gus Ipul sapaan akrab Syaifullah Yusuf di kantor pusat PKB Jakarta, Senin (7/1), mengatakan bahwa warga NU sudah merindukan tokoh NU bersatu dalam memimpin daerah, khususnya Jawa Timur. Idealnya, katanya, NU sudah kengen sekali, sudah merindukan bersatu memimpin. Sehingga NU tidak hanya bersatu dalam bertahlil, tapi NU juga bersama dalam politik. "Kalau belakangan ini kan sering dewe-dewe (sendiri-sendiri), sekarang Insya Allah bersatu. Kedua tokoh NU (Khofifah dan Gus Ipul) siap bersatu," katanya.
Imam Nahrawi, Sekjen PKB saat ditemui ditempat yang mendukung penuh bersatunya tokoh NU Jatim, menjadi hal yang luar biasa jika Khofifah dan Gus Ipul bersatu untuk membangun provinsi paling timur Pulau Jawa tersebut. Secara kelembagaan, ujarnya, pihaknya akan menindaklanjuti pertemuan ini. "Tanda-tanda dari hasil pendengaran dan pengamatan komitmen mbak Khofifah, saya kira teman-teman PKB sudah menangkap ada satu situasi idealis dikemukakan dan ini menjadi cita-cita NU Jatim. Bahwa Gubernur yang akan datang harus dari NU. Dan apalagi kalau berpasangan dan tadi sudah disampaikan komitmen mbak Khofifah menjadi calon Gubernur dan itu sudah menjadi jawaban lugas," kata Nahrawi.
Jika Khofifah bersedia dicalonkan PKB, belum halnya dengan Gus Ipul. Dalam pertemuan itu, Wakil Gubernur Jatim, Seokarwo belum memberikan keputusan. "Pak Syaiful masih maju mundur, bisa iya bisa tidak. Beliau bilang beri kesempatan ini pada DPP PKB. Tapi secepat mungkin, sebaik mungkin ingin mengawal komitmen warga NU menjadi Gubernur. Nanti PKB akan merapatkan secara khusus proses keputusan tersebut, dalam 10 hari kedepan sudah bisa menentukan," tambahnya.
Sekretaris Dewan Syura DPP PKB, Andi Muawiyah Ramly juga satu suara. Ia berkeinginan besar menduetkan Khofifah dan Gus Ipul. Tanda-tanda bahwa NU dipimpin tokoh NU semakin terbuka setelah mendengar pernyataan Khofifah. Ia mengaku wajar jika Khofifah tidak ingin maju di Pilgub sebagai Calon Wakil Gubernur mendampingi Gus Ipul. "Kita sudah mendengarkan visi dan misi Syaifullah Yusuf, sesudah itu visi dan misi mbak Khofifah," ujarnya.
Dalam pertemuan itu, selain diikuti oleh perwakilan dewan Syura, Ketua Umum PBNU Said Aqil Sirad, Khofifah, Gus Ipul, hadir pula Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, serta anggota DPP PKB. Dalam pertemuan itu, kedua tokoh NU tersebut membacakan visi dan misi untuk memimpin Jatim yang akan datang. Gus Ipul diberi kesempatan membacakan visi dan misinya terlebih dahulu, kemudian pria berkumis itu melenggang pergi tanpa mendengar visi dan misi yang dibacakan Khofifah.
Sementara Khofifah sendiri mengaku siap dipasangkan dengan siapa saja, termasuk jika berduet dengan Gus Ipul. Hanya, pesannya, ia tidak mau jika mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur. "Terima kasih saya sebagai kader NU telah diundang oleh DPP PKB, kemudian saya dipertemukan oleh Syaifullah Yusuf. Apalagi pertemuan itu dipimpin oleh ketua umum PBNU dan saya rasa ini suatu proses penting bagi penghantaran kader NU untuk bisa menjalankan amanat," kata Khofifah.
Siapapun yang akan menjadi organisasi akan ia terima. Tapi yang harus semua ketahui, dirinya sudah mengikrarkan diri sebagai Calon Gubernur. Dalam pertemuan itu pun hal itu sudah diucapkan di depan pengurus PKB, PBNU, maupun di depan Gus Ipul. "Saya menyampaikan bahwa saya masuk dalam sirkuit Cagub, saya kira begitu posisinya," tegasnya.(bhc/din) |