Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Pilpres 2014
Pilkada DKI Bukan Tolak Ukur Kemenangan Pilpres 2014
Saturday 14 Jul 2012 12:43:41
 

Ilustrasi, KPU (Foto: BeritaHUKUM.com/opn)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Banyak yang menilai bahwa dua wilayah jadi tolak ukur kemenangan Pemilu Presiden. Kedua wilayah tersebut ialah Jakarta dan Bandung (Jabar). Dalam Ppilkada Jakarta, putaran pertama dimenangi oleh Jokowi-Ahok, dengan jarak yang tidak tipis dengan pesaing di bawahnya.

Sementara itu, Pilkada Jabar baru akan diadakan tahun depan, 2013. Sama seperti DKI Jakarta, yang dimenangi oleh partai merah moncong putih, pada pilkada Jabar pun Partai PDIP diprediksi akan melenggang menjadi pesaing terberat bagi lawan-lawannya melalui pengusungan Oneng (Rieke Dyah Pitaloka).

Namun, Sekjen DPP PPP Romahurmuziy menilai bahwa Pilkada DKI Jakarta merupakan prestise semata. Pilkada DKI Jakarta itu bukan proyeksi kemenangan Pemilu Presiden 2014.

"Tidak rasional menggunakan DKI, yang hanya meliputi 7 juta pemilih dan 6 dati II, sebagai barometer Pileg atau Pilpres yang meliputi 491 Kabupaten/Kota dan 174 juta pemilih," papar Romahurmuziy di Gedung di DPR, Jakarta, Jum'at (13/7).

Sementara itu, mengenai kemenangan Jokowi-Ahok, dirinya menilai bahwa kemenangan itu merupakan keberhasilan timnya dan kegagalan konsep pesaing-pesaingnya. Pengelolaan lapangan dan pengelolaan kemasannya, dianggapnya, Jokowi-Ahok lebih unggul.

Menurutnya, pada putaran kedua belum tentu pasangan pemenang pada putaran pertama memenangi kembali, sebab pasangan dan tim yang kalah akan melakukan evaluasi dan tiap-tiap partai akan jauh lebih ideologis ketimbang putaran pertama yang hanya lebih bersifat taktis. (bhc/frd)



 
   Berita Terkait > Pilpres 2014
 
  Jelang Pilpres, Bang Yos 'Nyekar' ke Asta Tinggi
  Bupati Gorontalo Minta Dahlan Gandeng Bupati Kutai Timur Kepilpres
  Pilpres 2014, Jika Tanpa Jokowi Bukan Pemilu
  Politisi Narsis, Jalankanlah Politik Etis
  Jelang Pilpres 2014, Idham: Partai Tidak Mau Kalah Start
 
ads1

  Berita Utama
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2