Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
TNI
Pimpin Rapim TNI AU 2015, KASAU Terapkan Nawa Cita dan Kebijakan Panglima TNI
Thursday 05 Feb 2015 03:52:27
 

Foto bersama para peserta Rapim TNI AU di Mabes TNI AU Cilangkap, Jakarta pada, Rabu (4/2).(Foto: BH/yun)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriatna memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AU dan Sarasehan 2015. Agus mengingatkan agar TNI AU mendukung Nawa Cita Presiden Joko Widodo. Rapim dihadiri para panglima komandan jajaran TNI AU seluruh Indonesia. Rapim ini berlangsung pada tanggal 4 - 5 Februari 2015 di Gedung Serba Guna Mabes TNI AU Cilangkap, Jakarta.

Rapat Pimpinan TNI AU yang mengusung tema, 'Meningkatkan Iman dan Taqwa, profesionalitas, Soliditas, dan Jiwa Militansi, Guna Mendukung Tugas TNI AU dalam Menjaga Kedaulatan dan Keutuhan NKRI'.

Dalam amanatnya KASAU Marsekal TNI Agus Supriatna mengatakan, TNI AU dalam hidup berbangsa dan bernegara tidak terlepas dari Visi dan Misi pemerintah untuk mengimplementasikan revolusi, menggelorakan semangat Tri Sakti dalam mewujudkan poros maritim di Indonesia. Semangat Tri Sakti yang ingin di capai adalah, "Berdaulat dalam Politik, Mandiri dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, dalam hal ini TNI AU secara signifikan berperan dalam mewujudkan semangat tersebut." Ujar KASAU.

Visi Misi RI yang dikenal dengan Nawa Cita secara nyata menyatakan, "menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara melalui politik negara bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya, dan pembangunan pertahanan negara tri matra terpadu, yang di landasi kepentingan nasional yang terpercaya, dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim," jelas KASAU Marsekal TNI Agus Supriatna.

Dalam visi misi negara tersebut, telah dijabarkan dalam 7 kebijakan Panglima TNI untuk dipedomani oleh TNI AU dalam perspektif pembinaan kekuatan yang meliputi:

Pertama, Meningkatkan Interoperabilitas eksis bersama komponen pertahanan negara lain untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara Indonesia.

Kedua, Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di jajaran TNI AU secara edukatif berbasis kompetensi, disiplin, tertib administrasi, serta kepatuhan terhadap hukum dan perundang-undangan.

Ketiga, Optimalisasi kesiapan Alutsista TNI AU dengan menyusun rencana strategis pemeliharaan, perawatan, dan perbaikan Alutsista, guna tercapai kondisi alutsista siap operasi di wilayah dirgantara Indonesia.

Keempat, Meningkatkan peran pembina potensi dirgantara melalui Bhakti TNI AU, pembinaan ketahanan wilayah maupun komunikasi sosial secara terpadu baik sasaran fisik maupun nonfisik, yang melibatkan TNI AU.

Kelima, Meningkatkan profesionalisme tugas perbantuan kamtibmas, perbantuan kepada pemerintah daerah, dan bantuan percepatan pembangunan daerah, sesuai kapasitas TNI AU.

Keenam, Implementasi kerjasama TNI AU, TNI AD, TNI AL, dengan lembaga pemerintahan, non-pemerintah, dan seluruh komponen masyarakat secara sinergik dalam kontek memperteguhkan ke-bhineka-an dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.

Relevansi TNI AU sebagai pembina kekuatan secara signifikan menentukan peran TNI AU sebagai Sub sistem dalam pertahanan poros maritim. TNI AU harus menghadirkan Superioritas Udara ketengah Samudera, Coverage security bagi Naval Forces. Artinya Sistem pertahanan Maritim bukan hanya butuh TNI AL yang kuat, namun TNI AU yang lebih kapabel.(bhc/yun)



 
   Berita Terkait > TNI
 
  Pengemudi Mobil Plat TNI Palsu Cekcok dengan Pengendara Lain Jadi Tersangka Pasal 263 KUHP
  Jenderal Maruli Simanjuntak Resmi Jadi Kepala Staf TNI AD
  Meutya Hafid: Utut Adianto Pimpin Panja Netralitas TNI Komisi I
  Komisi I DPR RI Sepakat Jenderal Agus Subiyanto menjadi Panglima TNI gantikan Laksamana Yudo Margono
  Aspek Netralitas Akan Jadi Sorotan Komisi I dalam RDPU Visi-Misi Calon Panglima TNI
 
ads1

  Berita Utama
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

 

ads2

  Berita Terkini
 
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2