JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Sejumlah tokoh lintas agama mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (11/1). Kedatangannya itu untuk memberikan dukungan serta meminta para pimpinan institusi pemberantasan korupsi yang sangat disegabi itu, tidak takut menghadapi pelaku korupsi dan dikriminalisasi.
Para tokoh lintas agama, yakni Ahmad Syafii Maarif, Solahudin Wahid, Situmorang, Andreas, Romo Franz Magnis, Djohan Effendi, Bikhu Jayamedho, Romo Benny Susetyo, Effendi Ghazali dan Haris Azhar itu, diterima pimpinan baru KPK.
Dalam pertemuan ini, mereka meminta pimpinan KPK tersebut untuk menuntaskan korupsi di Indonesia. Terutama untuk mengungkap kasus besar yang melibatkan pejabat tinggi negara. Terutama kasus-kasus korups besar , seperti BLBI, rekening gendut polisi, skandal Bank Century, skandal Wisma Atlet, kasus Hambalang, dan praktik mafia anggaran dalam Banggar DPR RI.
“Kami datang untuk menyampaikan selamat kepada KPK yang baru, menyampaikan dukungan dan harapan. Saya rasa tidak ada alasan bagi KPK untuk takut, termasuk dijadikan tersangka," ujar Salahuddin Wahid.
Sedangkan Frans Magnis Suseno menuturkan, KPK harus didukung dan diperingatkan, agar menyadari bahwa korupsi adalah ancaman terbesar bagi bangsa dan demokrasi Indonesia. "KPK adalah pelaku kunci dalam memberantas korupsi. KPK jangan takut ada ancaman. Rakyat justru mengharapkan KPK memberantas koruspi yang mengancam bangsa," imbuh dia.
Sementara Romo Benny Susetyo menyatakan bahwa tokoh lintas agama sangat mendukung KPK. Tapi juga merasa prihatin, karena korupsi telah merasuk ke sendi-sendi kehidupan bangsa, bahkan sampai ke dunia pendidikan. “Kami ingin semuanya diusut dengan tuntas,” tandasnya.
Tokoh lintas agama juga berharap KPK mendalami dugaan pesengkongkolan penguasa, pengusaha serta aparat negara dalam kasus-kasus penyalahgunaan jabatan dalam kasus agraria. “Kami juga tak akan putus memuji rakyat yang terus memperlihatkan solidaritas atas hilangnya hak-hak asasi mereka,” papanya.(inc/spr)
|