Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    

Pimpinan KPK Jangan Takut Dikriminalisasi
Wednesday 11 Jan 2012 19:01:22
 

Keberaninan pimpinan KPK dikhawatirkan akan berujung pada kriminalisasi, seperti yang menimpa pimpinan KPK Jilid II (Foto: BeritaHUKUM.com/RIZ)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Sejumlah tokoh lintas agama mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (11/1). Kedatangannya itu untuk memberikan dukungan serta meminta para pimpinan institusi pemberantasan korupsi yang sangat disegabi itu, tidak takut menghadapi pelaku korupsi dan dikriminalisasi.

Para tokoh lintas agama, yakni Ahmad Syafii Maarif, Solahudin Wahid, Situmorang, Andreas, Romo Franz Magnis, Djohan Effendi, Bikhu Jayamedho, Romo Benny Susetyo, Effendi Ghazali dan Haris Azhar itu, diterima pimpinan baru KPK.

Dalam pertemuan ini, mereka meminta pimpinan KPK tersebut untuk menuntaskan korupsi di Indonesia. Terutama untuk mengungkap kasus besar yang melibatkan pejabat tinggi negara. Terutama kasus-kasus korups besar , seperti BLBI, rekening gendut polisi, skandal Bank Century, skandal Wisma Atlet, kasus Hambalang, dan praktik mafia anggaran dalam Banggar DPR RI.

“Kami datang untuk menyampaikan selamat kepada KPK yang baru, menyampaikan dukungan dan harapan. Saya rasa tidak ada alasan bagi KPK untuk takut, termasuk dijadikan tersangka," ujar Salahuddin Wahid.

Sedangkan Frans Magnis Suseno menuturkan, KPK harus didukung dan diperingatkan, agar menyadari bahwa korupsi adalah ancaman terbesar bagi bangsa dan demokrasi Indonesia. "KPK adalah pelaku kunci dalam memberantas korupsi. KPK jangan takut ada ancaman. Rakyat justru mengharapkan KPK memberantas koruspi yang mengancam bangsa," imbuh dia.


Sementara Romo Benny Susetyo menyatakan bahwa tokoh lintas agama sangat mendukung KPK. Tapi juga merasa prihatin, karena korupsi telah merasuk ke sendi-sendi kehidupan bangsa, bahkan sampai ke dunia pendidikan. “Kami ingin semuanya diusut dengan tuntas,” tandasnya.

Tokoh lintas agama juga berharap KPK mendalami dugaan pesengkongkolan penguasa, pengusaha serta aparat negara dalam kasus-kasus penyalahgunaan jabatan dalam kasus agraria. “Kami juga tak akan putus memuji rakyat yang terus memperlihatkan solidaritas atas hilangnya hak-hak asasi mereka,” papanya.(inc/spr)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2