Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Wali Nanggroe Aceh
Polda Aceh Berikan Pengamanan Pengukuhan Wali Nanggroe Alasan Politik
Sunday 15 Dec 2013 21:42:10
 

Safaruddin, SH.(Foto: BH/kar)
 
ACEH, Berita HUKUM - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) merasa prihatin dengan sikap Kapolda Aceh yang memberikan pengamanan terhadap pengukuhan Wali Nangroe (WN) oleh DPRA, alasan Kapolda tidak hanya mengamankan saja, itu tidak logis, padahal jelas jelas acara pengukuhan tersebut adalah tindakan 'makar' terhadap pemerintah pusat, tapi justru Kapolda membiarkan, bahkan memberi pengamanan karena alasannya itu adalah masalah politik.

Bagaimana jika suatu saat kami akan adakan aksi referendum kepada Pemerintah RI untuk meminta dilakukan jajak pendapat terhadap pilihan merdeka atau bergabung dengan NKRI, Apakah Kapolda akan memberikan pengamanan terhadap kami, karena itu adalah masalah politik," ujar Pengacara muda Safaruddin, SH.

Kami akan menyurati Mabes Polri, mempertanyakan masalah pengamanan yang dilakukan Polda Aceh, terhadap tindakan 'makar' yang dilakukan DPR Aceh. Kami juga mendapat informasi bahwa, Pangdam Iskandar Muda (IM) akan menghadiri acara pengukuhan WN, ini menjadi keprihatinan mendalam bagi kami, jika Pangdam menghadiri acara tersebut. Dimana TNI sebagai garda terdepan mengamankan kedaulatan Negara dan Konstitusi, malah menghadiri acara 'makar' terhadap Pemerintah pusat.

Kami akan pertanyaan hal ini kepada Mabes TNI dan Presiden. Jika hal tersebut diperbolehkan, maka suatu saat di undang dalam acara 'makar' terhadap Pemerintah pusat, YARA akan mengadirinya. YARA juga mendapat undangan untuk pengukuhan WN Ilegal, tapi kita mengembalikan undangan tersebut.

"Anggota dan seluruh personil YARA adalah intelektual berintegritas dan pemberani, sebagai agen perubahan sosial, itu biasa dalam pergerakan. Tetap santai menerima kritikan dan membalas dengan penjelasan yang menggunakan kata-kata yang sopan dan halus. Selama ini kami selalu menerima komentar yang tidak etis, miring dan kotor di media sosial yang ditujuka terhadap YARA, namun kalau kita balas dengan kata-kata yang sama, itu menunjukkan kalau kita tidak ada bedanya denga mereka yang tidak beretika dan beradap," pungkas Safaruddin.(bhc/kar)



 
   Berita Terkait > Wali Nanggroe Aceh
 
  Wali Nanggroe Minta Kontestan Pemilu Jaga Keharmonisan
  Manipulasi Sejarah
  Ini Kata Akademisi Unimal Terkait Pengukuhan Wali Nanggroe
  Polda Aceh Berikan Pengamanan Pengukuhan Wali Nanggroe Alasan Politik
  Mantan Combatan Gerakan Aceh Merdeka Tolak Malek Mahmud
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2