JAKARTA, Berita HUKUM - Kepolisian Metro Jakarta Pusat sejauh ini telah menetapkan 2 orang sebagai Tersangka dalam aksi brutal dan pengerusakan di dalam ruang sidang gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Sebelumnya Polisi di bawah pimpinan langsung Kasat Reskrim, Polres Jakarta Pusat AKBP Tatan Dirsan Atmaja, dengan cepat telah berhasil mengamankan 15 orang, terkait aksi kerusuhan yang dipicu penolakan terhadap keputusan sidang Pilkada Maluku pada Kamis, (14/11) kemarin.
Untuk selanjutya Polres Jakarta Pusat melimpahkan penanganan kasus ini ke Polda Metro Jaya. Alasan pelimpahan tersebut karena dianggap kasus tersebut merupakan peristiwa besar.
"Karena kasus pengerusakan ini sangat menonjol, dan menarik perhatian publik, maka diambil alih Polda," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Tatan Dirsan, Jumat (15/11).
Sementara itu, salah seorang Cawagub Pilgub Maluku Daut Sangaji, sudah selesai diperiksa dan dilepaskan, statusnya hanya sebagai Saksi, Cawagub Pilgub Maluku yang mengajukan gugatan ke MK Daud Sangaji mengaku mengenal dengan para pelaku pengerusakan di gedung MK. Daud Sangaji juga membantah keras bahwa, massa tersebut merupakan orang-orang bayarannya.
"Mereka saudara kita yang peduli dengan Maluku," ujar Daud usai diperiksa penyidik Polres Jakarta Pusat, Jumat (15/11).
Daud mengatakan peristiwa kerusuhan dan pengerusakan tersebut terjadi begitu saja, spontanitas. Mereka bergerak tanpa komando, Daud mengatakan, dirinya hanya diperiksa sebagai Saksi, dan sempat di periksa selama satu malam.
Sementara, di Markas Polda Metro Jaya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Rikwanto, membenarkan 2 orang telah ditetapkan sebagai Tersangka dalam kerusuhan di MK ini.
“Selain menetapkan dua orang sebagai tersangka, 13 di antaranya masih menjalani pemeriksaan intensif,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, Jumat (15/11).
Kedua Tersangka adalah atas inisial MS dan FS. Keduanya dijerat dengan Pasal 170 Jo 406 KUHP, tentang kekerasan terhadap orang dan barang dengan ancaman di atas 5 tahun penjara. Dan ke 2 orang tersangka tersebut berasal dari penggugat sengketa Pilgub Maluku.(bhc/put)
|