Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Pemerasan
Polda Tangkap Tiga Oknum Imigrasi Pemeras WNA
Friday 21 Dec 2012 22:02:38
 

Para pelaku yang berhasil diamankan oleh Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya, Jum'at (21/12).(Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya berhasil meringkus tiga oknum imigrasi dan tiga orang rekan, yang melakukan pemerasan terhadap dua Warga Negara Asing (WNA) asal Taiwan dan China.

Akibatnya, Lin Ming Ta (WNA Taiwan) dan Lin Hui Juan (WNA China) mengalami kerugian hingga Rp 2,25 miliar.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, para pelaku berhasil diringkus dari laporan korban.

Berdasarkan laporan tersebut, petugas segera melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan enam pelaku di beberapa tempat berbeda di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Sedangkan satu pelaku berhasil lolos dari kejaran petugas.

“Total pelaku kejahatan ada tujuh orang. Petugas berhasil mengamankan enam pelaku. Mereka, AW, HMD dan AR yang merupakan oknum petugas imigrasi Jakarta Pusat. Sedangkan tiga rekannya adalah TB, JL, AF dan AC. Sedangkan, satu pelaku berhasil lolos dari sergapan petugas,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (21/12).

Perwira tinggi melati tiga ini menjelaskan, modus operasi kawanan pelaku dengan cara menangkap dua korban yang tinggal di Apertemen Aston Marina Tower D lantai 15, room 1512 Ancol Jakarta Utara.

“Tiga oknum petugas imigrasi bersama dengan tiga rekannya menangkap korban, dengan alasan kedua korban memiliki dua identitas negara atau passport,” kata Rikwanto, seperti yang dikutip dari sindonews.com, pada Jum'at (21/12).

Kemudian, lanjut Rikwanto, dalam posisi terikat kedua korban dibawa ke sebuah rumah kosong yang tidak mereka ketahui.

Di lokasi tersebut, kedua korban diminta untuk menghubungi keluarganya di Taiwan dan China, dengan alas an ada permasalahan keimigrasian.

“Berdasarkan pengakuan Lin Yang Shu Chen (ibu kandung Li Ming Ta), mereka telah mengirim uang secara bertahap. Kiriman pertama berjumlah Rp 1,5 Milyar dan Rp 750 juta ke rekening korban untuk menyelesaikan permasalahan keimigrasian," ungkap Rikwanto yang lahir 47 tahun silam.

Kabid menambahkan, selain memeras uang tunai kedua korban yang merupakan pasangan kekasih ini. Kawanan pelaku juga mengambil barang berharga milik kedua korban.

“Kawanan pelaku juga mengambil, Laptop, handphone, dan passport. Kawanan pelaku akan dijerat Pasal penipuan dan pemerasan, dengan ancaman kurungan diatas lima tahun,” tegas Rikwanto.(sn/bhc/opn)



 
   Berita Terkait > Pemerasan
 
  Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
  Jadi Obyek 'Ancam Peras' Oknum Wartawan, Pakar Komunikasi Politik Effendy Ghazali Siapkan Hal Ini
  Peras Wanita dan 'Germo' lewat MiChat, Polisi Gadungan dan 2 Anak Buah Dibekuk Resmob Polda Metro
  Terduga Penunggang Gelap Tim Pengurus PKPU PT GRP akan Dilaporkan ke Bareskrim
  Kompolnas: Oknum Polisi Pemeras Pengusaha Jamu Harus Diproses Hukum
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2