Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Aborsi
Polisi Bongkar Praktik Aborsi Ilegal di Kota Bekasi, 1 Pasien dan 2 Pelaku Diamankan
2021-02-11 13:13:56
 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus didampingi Dirreskrimsus PMJ Kombes Pol Auliansyah Lubis dan Kanit V Sumdaling Subdit III, Kompol Egidio Fernando saat melihat barbuk.(Foto: BH /amp)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Subdit III Sumdaling Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya berhasil membongkar praktik aborsi ilegal di kawasan Mustika Jaya Kota Bekasi, pada 1 Februari 2021. Dalam pengungkapan itu, polisi mengamankan 3 tersangka, salah satu tersangka yakni seorang pasien.

"3 tersangka kita amankan, pertama saudara ER perannya yang melakukan tindakan aborsi. Kemudian ST suaminya sendiri, perannya mengantarkan pasien, dan satu lagi seorang ibu pemilik janin yang diaborsi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/2).

Yusri menjelaskan, tersangka ER dan ST diamankan karena melakukan kegiatan aborsi yang tidak memiliki keahlian atau disiplin ilmu bidang kedokteran
spesialis kandungan dan melahirkan dan tidak memiliki izin untuk praktek kedokteran serta kegiatan
kesehatan lainnya.

"Dia buka praktik melakukan aborsi ilegal ini di kediamannya. Kita masih dalami karena memang mengaku baru 4 hari di rumahnya, tapi sudah 5 pasien yang dilakukan aborsi dan yang kelima ini yang ditangkap. Nanti yang lain akan kita dalami," ungkapnya.

Lanjut Yusri menerangkan, tersangka melakukan praktik aborsi berdasarkan pengalaman saja.

"Jadi cuma berdasarkan pengalaman, yang bersangkutan pernah bekerja di klinik aborsi juga pada tahun 2000, selama kurang lebih hampir 4 tahun. Tugasnya bagian membersihkan. Dari situ dia belajar untuk melakukan tindakan aborsi," beber Yusri.

Sedangkan tersangka ST, tambah Yusri, berperan mencari pasien atau melakukan pemasaran.

"Modusnya janjian bertemu di suatu tempat, kemudian menyepakati harga. Setelah itu, pasien yang akan melakukan aborsi dibawa ke kediamannya," tambah Yusri.

Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti diantaranya,

1. Satu kantong plastik jasad janin hasil aborsi;
2. Satu set alat vakum;
3. Tujuh botol air infus berikut selang;
4. Satu plastik suntikan dan kapas;
5. Satu plastik sipotec misoprostol 200 microgran;
6. Satu botol antiseptik dan betadine;
7. Satu kotak obat perangsang aborsi;
8. Satu) kotak parasetamol
9. Dua unit HP merek Xiaomi warna gold dan HP merek Vivo warna biru muda;
10. Satu buah alas tidur/karpet; gunting, dan lima buah pembalut.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 194 Jo Pasal 75 ayat (2) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dan pasal 77A JO Pasal 45A Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak 1 miliar rupiah," pungkasnya.(bh/amp)



 
   Berita Terkait > Aborsi
 
  Polisi Bongkar Praktik Aborsi Ilegal di Kota Bekasi, 1 Pasien dan 2 Pelaku Diamankan
  63 Tahapan Rekonstruksi Digelar, Polda Metro: Ada Adegan Tawar Menawar Aborsi Rp 2-5 Juta
  Polda Metro Kembali Bongkar Praktik Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat, 10 Tersangka Diamankan
  Polisi Rekonstruksi Kasus Praktik Aborsi Ilegal, Penyidik: Janin Dihancurkan dengan Cairan Kimia
  Polisi Bongkar Tempat Aborsi Dalang Pembunuhan Warga Negara Taiwan, 17 Pelaku Diamankan
 
ads1

  Berita Utama
Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua

KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta

BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu

Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi

 

ads2

  Berita Terkini
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya

• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua

• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta

• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu

• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2