Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Konflik Jalur Gaza
Polisi Israel Bentrok Dengan Warga Yahudi Ultraortodoks
Wednesday 28 Dec 2011 00:57:14
 

Warga Yahudi ultraortodoks yang bermukim di Jerrusalem (Foto: Ist)
 
JERRUSALEM (BeritaHUKUM.com) – Ratusan warga Yahudi ultraortodoks bentrok dengan polisi di dekat Jerusalem, di tengah ketegangan yang meningkat terkait upaya pemisahan antara pria dan wanita.

Seorang polisi terluka dalam bentrokan di kota Beit Shemesh dengan kelompok garis keras yang mengkampanyekan pemisahan perempuan dan laki-laki. Demonstran ultraortodoks mengejar polisi dan melempar batu ke arah mereka.

Kekerasan ini merupakan rangkaian insiden yang terjadi di Israel dalam beberapa minggu terakhir dan pemerintah menentang upaya kelompok itu untuk memisahkan pria dan wanita di tempat-tempat umum. Para menteri Israel menyatakan bahwa pemisahan ini merupakan langkah ilegal.

Selain dengan polisi, seperti dikutip BBC, Selasa (27/12), kelompok ultraortodoks juga bentrok dengan kelompok sekuler Israel. Mayoritas penduduk kota Beit Shemesh, yang berjumlah 80.000 jiwa, tergolong taat beragama dan komunitas ortodoks semakin meningkat.

Beberapa spanduk berisi desakan, agar pria dan wanita dipisah di tempat umum dicabut polisi, tapi kemudian dipasang kembali oleh kelompok ortodoks. Spanduk lain yang dipasang kelompok itu berisi perintah agar wanita memakai baju yang sopan, blus lengan panjang dan rok semata kaki.

Surat kabar Haaretz melaporkan juru kamera mereka dilempari. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sempat berjanji untuk meredam upaya memisahkan pria dan wanita serta meredam tindakan kekerasan kelompok ultraortodoks terhadap perempuan.

Kekerasan ini terjadi setelah terjadi gelombang insiden di daerah-daerah lain. Dalam satu insiden seorang wanita dipaksa duduk di bagian belakang bus yang mengangkut kelompok ortodoks.

Penggiat hak perempuan mengatakan kelompok yang terdiri dari 10 persen penduduk Israel menjadi semakin radikal terkait isu pemisahan pria dan wanita. Sementara itu pihak sekuler merencanakan demonstrasi menentang upaya kelompok ultraortodoks itu kota Beit Shemesh.(sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2