*Tidak ada nilai kepahlawanan dalam diri mereka
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Bukan rahasia lagi, sejumlah politisi muda suka hidup mewah di tengah penderitaan rakyatnya. Mereka kerap memamerkan kekayaan dengan memarkirkan barisan mobil mewah di gedung DPR. Mobil mewah yang dipakainya itu, hanganya ratusan juta hingga miliaran rupiah. Bahkan, ada mobil super mewah Bentley seharga Rp 7 miliar yang ikut diparkir di sana.
Mereka inilah yang pantas disebut sebagai pengkhianat reformasi. "Ada anggota DPR punya mobil Bentley harganya Rp 7 miliar, banyak yang punya Alphard dan sebagainya. Artinya, mereka mencari materi dan menumpuk kekayaan, sementara puluhan juta rakyat hidup susah,” kata politisi Partai Golkar Indra J Piliang dalam acara diskusi di Jakarta, Sabtu (12/11).
Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, pemilik mobil super mewah Bentley seharga Rp7 miliar tersebut adalah seorang politisi muda dari sebuah partai besar. Politisi muda itu dikenal memiliki pergaulan luas dan berlatar belakang aktivis yang kemudian menjadi pengusaha. Sebelum menjadi pengusaha, dia dikenal sebagai aktivis yang kritis.
Menurut Indra, menilai kepahlawanan tidak tampak dalam diri para politisi sekarang ini. Apalagi, nilai-nilai keseragaman yang dikuatkan dalam tiap politisi, semakin menujukkan karakter unik yang melekat kuat pada para pahlawan dulunya menjadi tidak terlihat. "Kepahlawanan dikaitkan dengan politisi, saya tidak melihat nilai-nilai itu ada di dalam diri mereka,” jelasnya.
Bahkan, kata dia, sepertimnya sulit untuk mencari pahlawan di antara para penyelenggara negara saat ini. Kebanyakan mereka tidak dapat dijadikan teladan dan panutan. Sikap hidup yang jauh dari nilai-nilai kepahlawanan yang mereka peragakan menjadi alasannya."Sulit keteladanan muncul dari para penyelenggara negara, karena itu dianggap sebagai pekerjaan, profesi, bukanlah panggilan kejiwaan atau prinsip idealisme," imbuh sosiolog tersebut.
Indra membandingkan sosok pahlawan nasional, Agus Salim. Ketika menjadi seorang pejabat negara dan tokoh bangsa, dia menerapkan gaya hidup yang sederhana. Agus Salim mendidik sendiri anak-anaknya dengan tujuh bahasa. Jangankan bergelimang harta, Agus Salim tidak memiliki mobil, tidak memiliki apa-apa. Padahal, dia adalah menteri dan diplomat yang mewakili Indonesia di forum-forum internasional.
"Bandingkan, anggota DPR sekarang punya mobil sekian miliar, Alphard segala macam. Selalu ada kaitannya dengan materi sementara materi adalah hal yang dihindari para pahlawan. Sekarang ini, rasa nasionalisme menjadi penting bagi bangsa, karena paham tersebut akan menghilangkan gaya hidup feodalisme. Tetapi yang terjadi sekarang malah sebaliknya, nasionalisme dikalahkan oleh feodalisme seperti yang diperlihatkan pejabat sekarang ini,” tandasnya.(dbs/rob)
|