KEDIRI, Berita HUKUM - Pengurukan tanah kas Kelurahan Balowerti, Kota Kediri, Jawa Timur tahun 2013 menyisakan persoalan. Polres Kediri Kota tengah melakukan penyelidikan atas dugaan korupsi proyek berbiaya APBD hampir Rp 1 milyar rupiah itu.
Kapolres Kediri Kota, AKBP Budhi Herdi Susianto mengatakan, sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi. Kebanyakan mereka berasal dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kediri.
“Proses penyelidikan tanah urug di Kelurahan Balowerti, sedang proses. Kami sudah mengumpulkan keterangan berbagai pihak,” ujar AKBP Budhi Herdi Susianto, Sabtu (04/1).
Kapolres enggan untuk menjelaskan secara detail, fokus penyelidikan atas proyek yang telah menghabiskan dana rakyat sekitar Rp 800 juta itu. Namun, Kapolres tidak menampik adanya indikasi kekurangan volume uruk yang berpotensi merugikan keuangan Negara tersebut.
Tanah kas Kelurahan Balowerti semula berupa sawah produktif berukuran sekitar 300 meter persegi. Lahan pertanian di sebelah rel kereta api itu kemudian diurug untuk difungsikan sebagai lapangan. Proyek dikerjakan oleh salah satu perusahan jasa, asal Kota Kediri dengan sistem tender.
YN, salah seorang warga asal Kelurahan Dandangan melihat ada kekurangan volume pengerjaan proyek. Pria yang memiliki kealihan dalam bidang urugan itu mengaku, nilai proyek tidak realistis dengan hasil.
“Secara kasat mata sudah bisa dilihat. Anggaran sebesar itu, hanya menghasilkan urugan demikian. Dengan melihat saja sudah bisa menghitung. Apalagi, tanah urugnya berasal dari tanah liat seperti itu,” aku YN, yang enggan disebutkan namanya, seperti dilansir beritajatim.com.
Masih kata YN, kabar yang ia terima, proyek juga dikerjakan asal-asal, tanpa pemadatan oleh alat berat. Itu sebabnya, volume urugan ditengarai kurang. “ Lihat saja mas, di bagian tepi sudah ditumbuhi rumput hijau. Itu membuktikan urugan tidak padat,” imbuh YN.
Ironisnya, proyek bernilai ratusan juta rupiah itu, kini tidak dimanfaatkan. Sehari-hari malah dipakai parkir truk. Selain itu, juga digunakan sebagai tempat belajar mobil. Kondisi itu disayangkan oleh masyarakat setempat.
Sementara itu, Polres Kediri Kota sebelumnya juga melakukan penyelidikan terkait dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) pemberian 460 ekor kambing untuk petani miskin, dan kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) DPRD Kota Kediri. Kedua kasus itu juga masih dalam proses penyelidikan.(nng/but/bjc/bhc/rby) |