Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    

Polri Belum Tahu Briptu Norman Minta Mundur
Saturday 17 Sep 2011 22:02:45
 

Briptu Norman Kamaru (Foto: Istimewa)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Brigadir Polisi Satu (Briptu) Norman Kamaru telah mengajukan diri untuk mundur sebagai anggota Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polri. Polisi yang bertugas di Polda Gorontalo itu, tak ingin lagi melanjutkan karirnya di lembaga penegak hukum tersebut.

Polisi yang terkenal lewat aksi lypsync 'Chaiya-chaiya' itu, memang telah mengajukan mundur dari kesatuannya dan ditolak Polda Gorontalo. Namun, Norman bersikukuh mengajukan pilihan jalan hidupnya itu dengan berangkat ke Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (17/9) ini.

Pihak Polri melalui Kadiv Humas Irjen (Pol) Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (17/9), menyatakan belum tahu perihal rencana keberangkatan dan pengunduran diri anggota dari Brimob Gorontalo itu.

Namun, Anton menegaskan bahwa jika benar Norman mengajukan pengunduran diri, maka tidak perlu sampai ke tingkat Mabes Polri. Tapi cukup di tingkat Polda Gorontalo saja. "Tidak perlu ke Mabes Polri, cukup di Polda saja, di sana kan ada dewan wanjak (Dewan Kebijakan Jabatan dan Kepangkatan). Nanti suratnya akan diproses," jelas Anton.

Menurut Anton, seorang anggota kepolisian harus memiliki alasan yang jelas, sebelum mengajukan mengundurkan diri. Ia pun belum dapat memastikan, pengajuan pengunduran diri Norman tersebut akan ditolak, karena harus diketahui dahulu ikatan masa dinas sebagaimana diatur dalam Pasal 24 ayat 1 UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri. “Itu yang nanti dinilai Wanjak,” ungkapnya.

Sebelumnya, Norman menyatakan rencana ini kepada wartawan di Gorontalo, Jumat (16/9). Alasan mundurnya itu, bukan ingin meneruskan karirnya di dunia musik, melainkan tak ingin meneruskan karirnya di kepolisian. "Saya menyatakan mundur dari anggota Brimob. Saya ini tidak ada hubungannya dengan karier di dunia musik, saya murni mundur karena tidak ingin lagi menjadi anggota Brimob," kata Norman.

Namun, kemungkinan besar niatnya itu terkait dnegan peristiwa pada 8 September lalu. Saat itu, Briptu Norman juga pernah dicegah Polres Bolaang Mongondow (Sulawesi Utara) saat melakukan sesi pengambilan foto dan video klip lagu Cinta Gila ciptaan Farhat Abas di Madrasah Aliyah Negeri.

Norman juga sempati terancam sanksi kurungan badan dari kesatuannya. kejadian itu merupakan kali kedua Norman Kamaru melakukan pelanggaran disiplin. Dia juga pernah diberi sanksi akibat melakukan syuting di salah satu televisi swasta dalam program Hitam Putih bersama Dedy Corbuzier, tanpa izin pimpinan.(dbs/bie)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional

Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum

Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031

 

ads2

  Berita Terkini
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional

• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum

• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031

• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2