SURABAYA, Berita HUKUM - Fenomena tren 'demam' batu akik dipandang Gubernur Jawa Timur Soekarwo sebagai potensi ekonomi tersendiri bagi usaha pertambangan. Dia mengaku tengah memetakan potensi tambang batu akik di Jatim.
"Perlu dipetakan, kami masih menunggu laporan data dari kabupaten dan kota," terang Soekarwo, usai peluncuran buku "Pakde Karwo: Pintu Gerbang MEA harus Dibuka" yang diselenggarakan di Surabaya pada, Sabtu (14/3) sore.
Soekarwo mengaku yakin, jika dikelola dengan manajemen yang baik, serta promosi dan pemasaran yang bagus, hasil tambang batu akik bisa menjadi potensi ekonomi tersendiri bagi masyarakat.
Soekarwo pun tak setuju dengan pandangan sebagian masyarakat bahwa, batu akik memiliki pengaruh berlebihan seperti mendatangkan rizki, memperkuat kharisma, serta untuk keperluan-keperluan tertentu pemakainya.
"Cukup sebagai hiasan tangan saja, tidak lebih, tapi yang penting potensi ekonominya, itu yang perlu digali untuk kesejahteraan masyarakat," kata dia.
Untuk diketahui, potensi batu akik di wilayah Jawa Timur ada di beberapa daerah seperti di Kabupaten Pacitan yang dikenal dengan Batu Calcedon. Kemudian di Kabupaten Trenggalek yang dikenal dengan batu Watulimo. Belum lagi di daerah Madura yakni di Kabupaten Pamekasan.(dbs/kompas/bhc/yun) |