JAKARTA, Berita HUKUM - Calon Presiden Prabowo Subianto merasa semangat mendapat dukungan dari puluhan ribu buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pada perayaan Hari Buruh Internasional atau dikenal dengan May Day di tahun 2014 ini, yang bertepatan menjelang Pemilihan Presiden Indonesia pada 9 Juli mendatang. Acara di stadion utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta hari ini dalam pidatonya Prabowo menyampaikan, akan memimpin dan bangkit bangsa indonesia dari Bangsa Kacung.
Prabowo mengatakan dalam pidato politiknya, saat ini Indonesia tidak ada keadilan ekonomi bagi Bangsa Indonesia, yang membuat rakyat saat ini hidup dalam keadaan susah dan miskin, dan dirinya mendapat harapan baru dalam pencapresannya dari kehadiran seluruh buruh di GBK ini.
"Saudara sekalian yang lebih parah saat ini, ternyata kekayaan Indonesia tiap tahun mengalir keluar Indonesia, kekayaan Indonesia tidak tinggal di Indonesia, artinya kita semua kerja rodi, kerja bakti, kita semua jadi kacung saudara-saudara sekalian," ujar Prabowo Subianto, yang disambut dengan gemuruh teriakan dari puluhan ribu buruh di GBK pada, Kamis, (1/5).
Menurut Prabowo, ia meminta izin agar dapat berbicara terbuka, lalu Prabowo melanjutkan pidato dan mengatakan bahwa, terlalu lama elit Indonesia, terlalu banyak bicaranya bohong, bohong terhadap rakyat, bohong terhadap bangsa, bohong terhadap dirinya sendiri, benar apa tidak saudara-saudara?," jelasnya.
"Benar," teriak buruh dengan gegap gempita.
"Kekayaan bangsa Indonesia dirampok, dicuri, dicuri, dicuri dari rakyat Indonesia," teriak Prabowo kembali, dan di sambut riuh para buruh.
"Saya didatangi oleh pimimpin-pimpinan kalian, saya diminta terima tuntutan-tuntutan buruh, dan saya baca, tuntutan ini adalah sah, tuntutan ini adalah hak rakyat indonesia, tuntutan ini adalah janji UUD 1945, kalau kita setia pada UUD 1945, kenapa kita musti takut, saudara-saudara sekalian," teriak Prabowo Subianto.
"Masalahnya adalah, banyak pemimpin kita yang terlalu banyak bohong pada rakyat, kenapa upah kalian rendah, kenapa yang kaya tambah kaya, yang miskin tambah miskin, kenapa petani tidak senyum saat panen?,".
"Masalah inti semua ini adalah sistim ekonomi neoliberal dan neokapitalistik tidak sesuai dengan UUD 1945, dan sebab itu kekayaan kita tidak tinggal di Indonesia dan kita hanya menjadi pesuruh bangsa lain, kita hanya menjadi bangsa kacung, saudar-saudar sekalian, dan itu bukan cita-cita pendiri bangsa kita," tegas Prabowo.(bhc/put) |