Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Prabowo Subianto
Prabowo: Pemilu 2014 Sangat Penting dan Strategis
Tuesday 13 Sep 2011 01:16:25
 

Prabowo Subianto (Foto: Pemilu Indonesia)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto tidak mau main-main dengan Pemilu 2014. Momen ini dianggap sangat penting dan benilai sangat strategis. Ia pun memasang target partainya lolos dalam verifikasi yang segera dilaksanakan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Arti sangat penting dan strategis itu, menurut dia, karena Pemilu mendatang akan lebih ramai. Pasalnya, partai Demokrat sudah tidak bisa mencalonkan SBY kembali sebagai Capres. Untuk itu, dirinya kemungkinan akan maju kembali dalam bursa Capres di Pilpres mendatang.

"Partai Gerindra harus berjuang untuk lolos verifikasi 2014. Pemilu 2014 sangat strategis, karena rakyat bosan dengan janji-janji lama. Bosan dengan Politisi-politisi yang tukang ngomong dan pandai umbar janji serta senang berbohong," kata Prabowo dihadapan kader Gerindra dalam acara Halal bil halal di kantor Sekretariat DPP Partai Gerindra, Jakarta, Senin (12/9).

Mantan Pangkostrad ini pun berani memperkirakan rakyat sudah bosan dengan pemimpin yng hanya mementingkan citra, tapi tak peduli dengan nasib rakyatnya. Artinya, rakyat membutuhkan alternatif baru, bukan pemain lama. "Rakyat minta alternatif dan Gerindra yang harus berani memberi harapan baru untuk rakyat Indonesia tersebut," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengakui, korupsi yang membawa negara ke arah Kleptokrasi menjadi suatu budaya yang tidak dapat dihindari oleh mental para partisan Partai politik. Tanpa terkecuali didalam tubuh Partai Gerindra. "Gerindra tidak luput dari mental-mental seperti ini (korupsi). Mereka yang masuk ke partai ini, bukan dengan tujuan mulia, tapi coba-coba," ujar mantan suami Titiek Soeharto itu.

Prabowo tak mengelak bahwa ada beberapa kadernya yang memang dengan sengaja bergabung dengan Gerindra dengan tujuan memperkaya diri sendiri. Namun, ia meminta mereka untuk segera sadar. Segala sesuatu jangan ditakar dengan uang. "Kalau Bupati segini, ketua DPR segini, kalau Dirjen segini, kalau jenderal segini. Orang di Indonesia, pemimpin sudah ditakar, mereka senang dengan keadaan ini," tegasnya.

Untuk itu, lanjut dia, kader Gerindra harus waspada dan menjaga keutuhan Indonesia Raya berdasarkan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika yang berkeadilan sosial. Seluruh kader Gerindra pun diminta untuk membuka diri dan memimpin menuju perubahan Indonesia yang bersih. "Saya ikut memantau perilaku kader Gerindra. Hidung Prabowo masih tajam (mencium kader yang diketahui korupsi) sampai ke pulau-pulau yang terjauh,” tegas dia mengingatkan kader partainya tersebut.(mic/rob)



 
   Berita Terkait > Prabowo Subianto
 
  Mardani: Anies atau Ganjar Tidak Mengajak Pendukungnya Menyerang Prabowo
  Sejumlah Pernyataan Prabowo Mengundang Polemik, Soal Apa Saja?
  Koalisi Sipil Desak KPK Usut Dugaan Korupsi Pesawat Mirage 2000-5 Prabowo
  Sinyal Prabowo untuk Siapa, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Atau Rizal Ramli?
  Refly Harun Sentil Prabowo Sejak Gabung Jokowi, Lupa Pernah Didukung FPI, GNPF Ulama, PA 212
 
ads1

  Berita Utama
3 Anggota Polri Ditembak Oknum TNI AD di Way Kanan Lampung, Menko Polkam Minta Pelaku Dihukum Berat

Tolak Tawaran Jadi Duta Polri, Band Sukatani Akui Lagu "Bayar Bayar Bayar" Diintimidasi

Istana Dukung Kejagung Bersih-bersih di Pertamina: Akan Ada Kekagetan

Megawati Soekarnoputri: Kepala Daerah dari PDI Perjuangan Tunda Dulu Retreat di Magelang

 

ads2

  Berita Terkini
 
3 Anggota Polri Ditembak Oknum TNI AD di Way Kanan Lampung, Menko Polkam Minta Pelaku Dihukum Berat

BNNP Kaltim Gagalkan Peredaran 1,5 Kg Sabu di Samarinda dan Balikpapan

Kasus Korupsi PT BKS, Kejati Kaltim Sita Rp2,5 Milyar dari Tersangka SR

Tolak Tawaran Jadi Duta Polri, Band Sukatani Akui Lagu "Bayar Bayar Bayar" Diintimidasi

10 Ribu Buruh Sritex Kena PHK, Mintarsih Ungkap Mental Masyarakat Terguncang

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2