JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto tidak mau main-main dengan Pemilu 2014. Momen ini dianggap sangat penting dan benilai sangat strategis. Ia pun memasang target partainya lolos dalam verifikasi yang segera dilaksanakan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).
Arti sangat penting dan strategis itu, menurut dia, karena Pemilu mendatang akan lebih ramai. Pasalnya, partai Demokrat sudah tidak bisa mencalonkan SBY kembali sebagai Capres. Untuk itu, dirinya kemungkinan akan maju kembali dalam bursa Capres di Pilpres mendatang.
"Partai Gerindra harus berjuang untuk lolos verifikasi 2014. Pemilu 2014 sangat strategis, karena rakyat bosan dengan janji-janji lama. Bosan dengan Politisi-politisi yang tukang ngomong dan pandai umbar janji serta senang berbohong," kata Prabowo dihadapan kader Gerindra dalam acara Halal bil halal di kantor Sekretariat DPP Partai Gerindra, Jakarta, Senin (12/9).
Mantan Pangkostrad ini pun berani memperkirakan rakyat sudah bosan dengan pemimpin yng hanya mementingkan citra, tapi tak peduli dengan nasib rakyatnya. Artinya, rakyat membutuhkan alternatif baru, bukan pemain lama. "Rakyat minta alternatif dan Gerindra yang harus berani memberi harapan baru untuk rakyat Indonesia tersebut," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo mengakui, korupsi yang membawa negara ke arah Kleptokrasi menjadi suatu budaya yang tidak dapat dihindari oleh mental para partisan Partai politik. Tanpa terkecuali didalam tubuh Partai Gerindra. "Gerindra tidak luput dari mental-mental seperti ini (korupsi). Mereka yang masuk ke partai ini, bukan dengan tujuan mulia, tapi coba-coba," ujar mantan suami Titiek Soeharto itu.
Prabowo tak mengelak bahwa ada beberapa kadernya yang memang dengan sengaja bergabung dengan Gerindra dengan tujuan memperkaya diri sendiri. Namun, ia meminta mereka untuk segera sadar. Segala sesuatu jangan ditakar dengan uang. "Kalau Bupati segini, ketua DPR segini, kalau Dirjen segini, kalau jenderal segini. Orang di Indonesia, pemimpin sudah ditakar, mereka senang dengan keadaan ini," tegasnya.
Untuk itu, lanjut dia, kader Gerindra harus waspada dan menjaga keutuhan Indonesia Raya berdasarkan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika yang berkeadilan sosial. Seluruh kader Gerindra pun diminta untuk membuka diri dan memimpin menuju perubahan Indonesia yang bersih. "Saya ikut memantau perilaku kader Gerindra. Hidung Prabowo masih tajam (mencium kader yang diketahui korupsi) sampai ke pulau-pulau yang terjauh,” tegas dia mengingatkan kader partainya tersebut.(mic/rob)
|