Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Pemilu 2014
Prabowo-ARB Sepakati Koalisi Besar
Tuesday 06 May 2014 00:11:30
 

Pertemuan Ketua Umum Golkar Abu Rizal Bakrie (ARB) dengan Ketua Dewan Pembina Parta Gerindra Prabowo Subianto.(Foto: twitter)
 
BOGOR, Berita HUKUM - Pertemuan Ketua Umum Golkar Abu Rizal Bakrie (ARB) dalam kunjungan balasan di Kediaman Ketua Dewan Pembina Parta Gerindra Prabowo Subianto akan menjadi koalisi besar. Apalagi kedua pimpinan parpol dalam pertemuan di kediaman Prabowo di Desa Bojong Koneng, Hambalang, Bogor, Senin (5/5) sudah sepakat siap menjadi pasangan Capres-Cawapres Indonesia pada Pemilu 9 Juli mendatang.

Pertemuan berlangsung dari pukul 11.00 WIB hingga makan siang. Prabowo sebagai tuan rumah didampingi Wakil Ketua umum Gerindra Fadli Zon, sedangkan ARB didampingi Sekjen Golkar Idrus Marham, petinggi DPP Golkar yakni Setia Novanto, Ade Komarudin, dan Mahyudin.

Apalagi dalam pembicaraan kedua calon Presiden sudah siap untuk menjadi Capres dan Cawapres tergantung kepada kepentingan bangsa dan harapan masyarakat.

"Sebagai pemimpin kita harus mau mengesampingkan harapan dan kepentingan pribadi demi kepentingan bangsa dan tujuan bersama. Bagi Partai Golkar menang pemilu bukan untuk mendapatkan kekuasaan semata-mata. Yang harus menang adalah masyarakat dan bangsa," kata Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie saat ditanya wartawan.

Sedangkan, menurut Prabowo, hasil pertemuan dengan ARB, ia mengaku banyak berbicara mengenai politik. Bahkan, pihaknya optimis bakal terwujud hal yang diinginkan tersebut.

"Pembicaraan (Prabowo dengan ARB) sangat mendalam, kita optimis kita dapat, mendapatkan suatu 'bentuk'," kata Prabowo.

Menurut informasi sudah ada dua kesepakatan prinsip yaitu akan memutuskan format koalisi yang terbaik untuk bangsa dan akan mendukung penuh format koalisi yang akan diputuskan bersama.

Fadli Zon Wakil Ketua Umum Partai Gerindra mengatakan pembicaraan koalisi dengan Partai Golkar semakin positif. Bahkan pembahasan kedua partai sudah mengarah pada kesepakatan di parlemen dan kabinet.

"Kami siap rebut kekuasaan mendatang. Kami juga siap mengisi pemerintaan ke depan," tegas Fadli Zon.

Partai Golkar punya banyak pengalaman di kancah politik tanah air. Selama ini partai berlambang pohon beringin itu selalu mewarnai politik dan pemerintahan. "Golkar mempengaruhi Indonesia selama ini," ujar Fadli Zon.

Baginya, untuk membangun Indonesia dibutuhkan sebuah kerjasama antar partai politik. Mengingat permasalahan dan luas wilayah Indonesia sangat besar. "Makanya kami tawarkan gagasan koalisi tenda besar," jelas Fadli Zon.

Koalisi tenda besar yang disiapkan untuk mengatur pemerintahan, kabinet dan parlemen ini, kata Fadli, penting untuk menjaga satabilitas pemerintahan ke depan.

Koalisi Strategis

Pengamat politik Arya Fernandes mengatakan koalisi Prabowo - ARB akan menjadi koalisi yang seksi dan strategis.

"Bila keduanya sepakat, saya kira akan menjadi koalisi yang seksi dan strategis. Baik Prabowo maupun Ical memiliki pengalaman yang panjang di organisasi dan bisnis. Prabowo punya karir cemerlang militer dan Ical pernah menjadi menteri dalam beberapa kabinet," ujar Arya.

Menurut Arya, pertemuan keduanya menjadi penting di balik utak-atik koalisi selama ini. "Bila Ical dan Prabowo sama-sama mau mengalah dan bersedia di posisi RI 2, tentu akan menjadi berita besar. Apalagi sejak lama Golkar dan Gerindra sudah memutuskan akan maju sebagai Capres. Bila terjadi, putusan keduanya siap sebagai RI2 tentu bentuk terobosan dan idealisme politik," papar Arya.

Arya menambahkan, koalisi Golkar - Gerindra akan menjadi koalisi besar. Ia memprediksi akan mempengaruhi pergerakan partai-partai menengah lainnya.

"Saya kira, pertemuan kedua Prabowo - Ical akan mempengaruhi pergerakan partai-partai menengah lainnya. Bagi PDIP dan Jokowi tentu pertemuan ini akan mengangetkan, mengingat tengah turunnya elektabilitas Joko Widodo seperti terekam dalam survei SMRC yang dipublikasi Minggu kemarin," tutupnya.(A Adib/CN33/SMNetwork/sp/viva/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Pemilu 2014
 
  Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
  3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
  Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
  NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
  Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
ads1

  Berita Utama
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2