Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
TNI
Prajurit TNI Dibekali Pengetahuan Kurikulum 2013
Tuesday 07 Oct 2014 14:41:48
 

Acara “Bimbingan Teknis Penguatan Implementasi Kurikulum 2013 Bagi TNI Yang Diperbantukan Sebagai Pendidik di Daerah Khusus”, di Hotel Aerotel Smile, Makassar, Senin (6/10).(Foto: Istimewa)
 
MAKASAR, Berita HUKUM - Panglima TNI yang diwakili Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Panglima TNI Brigjen TNI (Mar) Sturman Panjaitan didampingi oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan, Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim. M.S., Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Dwia Ariestina, M.A., Direktur Pembinaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Dasar, membuka acara “Bimbingan Teknis Penguatan Implementasi Kurikulum 2013 Bagi TNI Yang Diperbantukan Sebagai Pendidik di Daerah Khusus”, di Hotel Aerotel Smile, Makassar, Senin (6/10).

Dalam sambutan Panglima TNI, yang dibacakan oleh Waaster Panglima TNI, mengatakan bahwa tantangan dan persoalan terkait dengan pendidikan yang dihadapi ke depan, sungguh jauh lebih berat dan rumit. TNI sebagai komponen bangsa berkewajiban untuk mempersiapkan generasi yang mampu mengelola dan menjawab berbagai persoalan dan tantangan tersebut sesuai dengan jamannya. Oleh karena itu, anak-anak harus mendapatkan layanan pendidikan yang semakin terjangkau dan semakin berkualitas. Mereka harus mendapatkan layanan pendidikan sedini mungkin (star earlier), setinggi mungkin (stay longer) dan mampu menjangkau seluas mungkin, termasuk bagi yang tidak terjangkau (reach wider).

Menurut Panglima TNI, ada beberapa hal yang mendasari TNI turut serta berperan melayani masyarakat dalam bidang pendidikan. Pertama, prajurit TNI berada dimana-mana seluruh tanah air tidak terkecuali di daerah khusus, yang tugas pokoknya adalah menjaga keamanan dan keutuhan NKRI, akan tetapi biasa juga diberi tugas tambahan untuk turut juga mencerdaskan anak bangsa (menjadi guru di sekolah-sekolah di daerah khusus manakala kekurangan tenaga pendidik). Sehingga diharapkan bisa meningkatkan akses layanan pendidikan yang dari tahun ke tahun menjadi lebih baik.

Kedua, prajurit TNI mempunyai disiplin, kesadaran belanegara yang cukup memadai, sehingga sangat cocok untuk membantu mengajar pada anak-anak Indonesia terutama di daerah khusus (perbatasan) yang tidak menutup kemungkinan kesadaran belanegaranya sangat rendah.

Ketiga, prajurit TNI saat ini sudah banyak yang melakukan (menjadi guru di daerah-daerah khusus terutama di perbatasan yang secara umum tenaga pendidiknya kurang) tetapi prajurit-prajurit tersebut belum dibekali metode mengajar maupun materi yang mau diajarkan, jadi mereka mengajar sesuai dengan apa yang dia kuasai dan metode mengajarnya berpedoman pada Cara Memberikan Instruksi (CMI) yang didapat saat pendidikan militer.

Keempat, fakta di lapangan di daerah khusus (perbatasan) sangat suka dan bangga diajar oleh prajurit TNI, yang selama ini melihat TNI agak takut-takut setelah diajar oleh prajurit TNI menjadi sangat akrab dan tentunya akan dapat diwujudkan bahwa bersama rakyat TNI kuat dan bersama TNI rakyat sejahtera.

“Kurikulum 2013 yang akan diterapkan secara bertahap dan menyeluruh pada tahun ajaran 2014/2015, bagi prajurit TNI materi pendidikan ini adalah materi baru karena saat prajurit TNI mengenyam pendidikan umum sebelum masuk menjadi anggota TNI adalah masih menggunakan kurikulum yang lama, dengan demikian perlu adanya penyesuaian terhadap materi yang akan diberikan”, ujar Panglima TNI.

Kegiatan yang akan berlangsung tanggal 6-11 Oktober 2014 itu diikuti oleh 219 orang, terdiri dari: TNI AD sebanyak 130 orang dari personel Koramil dan Kodim Wilayah Kodam VII/Wirabhuana dan TNI AL sebanyak 89 orang dari peronel Pangkalan TNI AL (Lanal) wilayah timur.(tni/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > TNI
 
  Pengemudi Mobil Plat TNI Palsu Cekcok dengan Pengendara Lain Jadi Tersangka Pasal 263 KUHP
  Jenderal Maruli Simanjuntak Resmi Jadi Kepala Staf TNI AD
  Meutya Hafid: Utut Adianto Pimpin Panja Netralitas TNI Komisi I
  Komisi I DPR RI Sepakat Jenderal Agus Subiyanto menjadi Panglima TNI gantikan Laksamana Yudo Margono
  Aspek Netralitas Akan Jadi Sorotan Komisi I dalam RDPU Visi-Misi Calon Panglima TNI
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2