Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    

Presiden Iran Bantah Tudingan AS
Tuesday 18 Oct 2011 16:59:58
 

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad (Foto: AFP Photo)
 
TEHERAN (BeritaHUKUM.com) – Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad membantah klaim AS terkait rencana pembunuhan duta besar Arab Saudi adalah palsu. Hal ini sama seperti tuduhan AS mengenai senjata pemusnah massal di Irak.

Ahmadinejad mengatakan, AS melayangkan tuduhan itu sebagai upaya untuk membuat orang lupa atas ''masalah ekonomi internal''.

Seperti dikutip laman situs BBC, Selasa (18/10), dalam sebuah tayangan teve Al-Jazeera, dia juga mengatakan bahwa AS tengah mencari cara untuk memperberat sanksi terhadap Iran.

Sementara itu Arab Saudi meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengkaji apa yang disebut sebagai ''konspirasi yang keji''. Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan, dia telah menyerahkan isu ini kepada Dewan Keamanan.

Sebelumnya, dalam tuduhannya itu, AS menyatakan dua lelaki, salah satunya adalah mantan penjual mobil bekas di Texas, didakwa dengan tuduhan rencana serangan untuk membunuh duta besar Saudi di Washington dengan menggunakan bahan peledak. AS menyebut Iran berada di belakang rencana serangan ini.

Presiden Ahmadinejad dalam sebuah wawancara dengan jaringan TV Al-Jazeera mengatakan ''Pada masa lalu pemerintah AS mengklaim ada senjata pemusnah massal di Irak. Mereka mengatakannya dengan yakin, mereka memberikan dan memaparkan dokumentasi dan semua orang bilang, 'ya, kami percaya','' ungkapnya.

Menurut Ahmadinejad, sekarang semua orang mempertanyakan tuduhan itu. Sebenarnya, mana yang lebih dulu disebut benar. Apakah mereka menemukan adanya senjata pemusnah massal di Irak? Mereka mengarang sejumlah dokumen dan hal itu bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. "Kebenaran akan terungkap pada akhirnya dan tidak akan menjadi masalah bagi kami,'' imbuh dia.

Ahmadinejad menambahkan, dirinya tidak berfikir ketegangan ini akan menjadi konflik militer Iran dengan AS. "Saya rasa ada sejumlah orang di pemerintahan AS yang menginginkan ini terjadi, tetapi saya rasa masih ada orang bijak di pemerintahan AS yang tahu mereka tidak akan melakukan hal itu,'' katanya.

Dia pun menuduh Washington mencoba untuk memecah Iran dengan Arab Saudi, yang memang dikenal sebagai sekutu AS dan saingan Teheran di Teluk.

Terkait dengan insiden terbaru ini AS telah memberi sanksi kepada lima orang, termasuk dua yang didakwa, dan sebuah maskapai penerbangan Iran, Mahan Air, terkait dengan dugaan rencana serangan tersebut.(bbc/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2