JAKARTA, Berita HUKUM - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi Wakil Presiden Boediono melantik Letnan Jenderal (Letjen) Gatot Nurmantyo sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), di Istana Negara, Jakarta, Jumat (25/7) pukul 10.00 WIB (25/7).
Letjen Gatot Nurmantyo ditunjuk sebagai KSAD menggantikan Jenderal Budiman yang memasuki persiapan pensiun, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 36/TNI/2014 tanggal 21 Juli 2014 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan KSAD.
Sebelum dilantik sebagai KSAD, Letjen Gatot Nurmantyo yang lahir di Tegal, Jawa Tengah, pada 13 Maret 1960 ini menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).
Sebelum ini Letjen Gatot Nurmantyo yang merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1982 juga pernah memegang sejumlah jabatan penting di TNI, antara lain:
Danrindam Jaya; Danrem 061/Suryakencana (2006-2007); Kasdivif 2/Kostrad (2007-2008); Dirlat Kodiklatad (2008-2009); Gubernur Akmil (2009-2010); Pangdam V/Brawijaya (2010-2011); Komandan Kodiklat TNI AD (2011-2013); dan Pangkostrad (2013-sekarang).
Hadir dalam pelantikan Letjen Gatot Nurmantyo sebagai KSAD itu antara lain Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Chairul Tanjung, Menko Kesra Agung Laksono, Panglima TNI Jendral Moeldoko, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Menteri Pertahanan Purnomo Yosgiantoro, Menteri ESDM Jero Wacik, Menlu Marty Natalegawa, Mendagri Gamawan Fauzi, dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan.
Sementara, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memerintahkan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Letjen Gatot Nurmantyo untuk segera melakukan konsolidasi ke dalam.
“Kemudian melihat apa yang harus dibenahi segera dibenahi sehingga TNI AD menjadi TNI AD yang profesional ke depan,” pesan Presiden SBY sebagaimana disampaikan Letjen Gatot Nurmantyo kepada wartawan seusai dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai KSAD, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (25/7).
Menurut KSAD, TNI AD sangat netral, berusaha profesional, tetapi tegas. Namun terkait situasi saat ini yang semuanya berjalan aman, menurut KSAD, bukan karena TNI, namun menunjukan rakyat kita adalah rakyat yang berbudaya dan cerdas sehingga aman.
“Ini suatu modal yang luar biasa dan dunia melihat ini semua,” tegas KSAD.
KSAD Letjen Gatot Nurmantyo optimistis semuanya akan berjalan aman dan damai (sampai 20 Oktober 2014, saat pergantian kepemimpinan nasional), karena itu modal dasar pembangunan ke depan.
Teruskan Kebijakan Jendral Budiman
Mengenai apa yang akan dilakukannya setelah menjabat sebagai KSAD, Letjen Gatot Nurmantyo mengemukakan, TNI Angkatan Darat sudah tertata dengan baik oleh Pak Budiman, dan KSAD yang lainnya. Ia tinggal meneruskan kemudian menyesuaikan dengan perkembangan situasi yang ada.
“Program sudah ada, tidak mungkin saya ubah. Saya tinggal menyesuaikan dengan perkembangan situasi yang ada. Program harus berkesinambungan, kalau saya mengubah akan merusak itu, tetap dilanjutkan,” tegas KSAD.
Ditegaskan Letjen Gatot Nurmantyo, TNI Angkatan Darat dikatakan harus profesional, kemudian apa yang sudah digariskan oleh Pak Budiman dan KSAD yang lainnya, yaitu melakukan transformasi TNI AD. Transformasi ini ada tiga, yaitu di bidang pertempuran, bidang teritorial, dan bidang dukungan.
“Ini yang harus kita tingkatkan dengan yang membuat adalah generasi muda lulusan tahun 2000-an. Sehingga mereka nanti yang akan melaksanakan ini dengan konsisten,” pungkas Gatot.(Setkab/ES/bhc/sya) |