DELI SERDANG, Berita HUKUM - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan enam bandara di Indonesia dari Bandara Internasional Kualanamu (KNIA), di Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. SBY juga mengukuhkan kawasan Danau Toba sebagai Geopark Caldera Toba. KNIA sendiri sudah beroperasi selama sembilan bulan atau sejak 25 Juni 2013.
Peresmian KNIA ini menandai peresmian enam proyek pembangunan dan pengembangan bandar udara. Selain Kualanamu, lima proyek bandara lain yang diresmikan adalah
*. Bandara Sultan Syarif Kasim II Internasional Airport-Pekanbaru.
*. Bandara Raja Haji Fisabililah International Airport-Tanjunh Pinang.
*. Bandara Muara Bungo-Jambi.
*. Bandara Pekon Serai-Lampung
*. Bandara Pagar Alam-Sumatera Selatan
Enam proyek tersebut senilai Rp 6,691 triliun, berasal dari APBN, APBD dan PT Angkasa Pura II selaku operator bandara.
Selanjutnya Presiden RI beserta Ibu Ani Yudhoyono didampingi Menteri Perhubungan, Menteri BUMN dan Gubernur Sumut beserta Hj Sutias Handayani serta dipandu oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) berjalan kaki menuju Tenda Galeri foto dan maket Bandara KNIA.
Setelah peninjauan galeri, dilanjutkan dengan penanaman pohon Trembesi di sekitar Bandara KNIA Kargo Avron. Presiden sebelumnya pada Jumat (24/1) menanam pohon menandai program penghijauan KNIA dengan 5.756 pohon trembesi.
Selanjutnya SBY beserta rombongan menuju tempat fasilitas Bandara KNIA (area check-in, boarding lounge dan baggage claim area. Selanjutnya rombongan menuju station kereta api bandara KNIA disambut General Manager PT Airport Railink Service (ARS) dan Kepala Station Kereta Api Bandara.
Guna mengamankan kedatangan Kepala Negara, Kepolisian Daerah (Polda) Sumut menyiagakan sekitar 2.246 personel Polri, yang terdiri atas 997 personel Polda Sumut, dan 1.388 personel Kepolisian Resor (Polres) Deliserdang bersama Polresta Medan. Selain melakukan pengamanan terbuka dan tertutup, polda juga mengerahkan kendaraan taktis (rantis).
Kepala Subbidang Pengelola Informasi dan Data (PID) Humas Polda Sumut, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) MP Nainggolan menyatakan, pengamanan meliputi seluruh objek yang akan dikunjungi, jalur yang dilalui, serta penginapan Presiden dan rombongan.
Menggunakan kereta api ARS, Presiden menuju di Hotel JW Marriott, Jalan Putri Hijau, Medan, untuk menginap.
Geopark Caldera Toba
Pada kesempatan sama, Presiden SBY mengukuhkan Danau Toba menjadi Geopark Caldera Toba.
Oki Oktariadi, penyidik geologi dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan, pengukuhan Danau Toba menjadi Geopark Caldera Toba harus dilakukan agar bisa segera diajukan ke UNESCO untuk ditetapkan menjadi Geopark Global Network (GGN) Caldera Toba.
”Geopark (taman bumi) Danau Toba itu punya keunikan geologi tersendiri. Pengukuhan ini sebagai penguatan untuk diajukan ke UNESCO karena secara nasional sebenarnya sudah ditandatangani,” kata Oki Oktariadi seraya menambahkan sudah banyak geopark ditetapkan UNESCO, namun di Indonesia saat ini baru Danau Batur, Bali, yang ditetapkan sebagai GGN.
”Kami optimistis Caldera Toba akan ditetapkan sebagai GGN. Target kami pada 2015 UNESCO sudah mengeluarkan keputusannya,” ujarnya. Dengan menjadi geopark dunia, Caldera Toba akan memiliki fungsi edukasi dan pengembangan masyarakat. Kondisi Danau Toba memang harus ditingkatkan menjadi lebih baik lagi. ”DenganmenjadiGGN, akan ada perbaikan karena menjadi milik dunia,” tandasnya.(Oct/Humas Setkab/ES/skb/bhc/sya) |