Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Yaman
Presiden dan PM Yaman Mengundurkan Diri
Friday 23 Jan 2015 06:45:40
 

Laporan-laporan menyebutkan parlemen menolak permintaan mundur Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi.(Foto: AP)
 
YAMAN, Berita HUKUM - Presiden dan Perdana Menteri Yaman mengundurkan diri di tengah-tengah berlanjutnya konflik antara pemerintah dan kelompok pemberontak Houthi. Namun parlemen Yaman dilaporkan menolak pengunduran diri Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi.

Sementara itu, lewat pernyataan pengunduran diri pemerintah, Perdana Menteri Khaled Baha mengatakan para menteri tidak bersedia ditarik ke dalam 'kebingungan politik yang tidak konstruktif'.

Kelompok Houthi yang beraliran Syiah itu sudah menguasai ibukota Sanaa dan masih tetap menyandera kepala staf kepresidenan yang mereka culik pekan lalu.

Sebelumnya muncul berita tentang kesepakatan gencatan senjata, Rabu (21/1), dengan imbalan mereka akan mendapat perwakilan yang lebih banyak di pemerintah namun mundur dari istana maupun rumah Presiden Hadi.

Namun di lapangan, kelompok Houthi -yang masuk ke Sanaa pada bulan September tahun lalu- masih belum mundur dari posisi-posisinya.

Dalam pekan ini, berlangsung tembak menembak antara pasukan pemerintah dengan para pendukung Houthi di Sanaa.

Hari Senin (19/1), kelompok Houthi melepas tembakan ke iring-iringan Baha, yang kemudian berlindung ke istana presiden.

Kemudian hari Rabu (21/1), rumah Presiden Mansour Hadi yang ditembaki sehingga merusak gencatan senjata yang sempat disepakati.

Houthi melancarkan perjuangannya sejak tahun 2004 untuk mendapat otonomi yang lebih luas di Provinsi Saada.

Pemerintah Yaman merupakan salah sekutu penting Amerika Serikat dalam perang melawan al-Qaeda di kawasan.

Sementara, Pemberontak efektif mengendalikan ibukota Sanaa, beberapa kota lain dan lembaga-lembaga negara, tapi surat perintah mereka tidak mencakup wilayah yang luas dari negara yang didominasi Sunni, di mana gangguan-gangguan baru-baru ini telah mengipasi kekhawatiran konflik sektarian. Houthi juga bisa menghadapi sanksi dari masyarakat internasional, yang sangat didukung Hadi.(BBC/abc7chicago/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Yaman
 
  Senat AS: Hentikan Dukungan Amerika pada Arab Saudi dalam Perang di Yaman
  Perang di Yaman: 'Bencana Kemanusiaan Terburuk Selama Satu Abad'
  PBB: Korban Tewas Konflik Yaman Lampaui 10.000 Jiwa
  Korban Tewas Serangan Pesta Pernikahan di Yaman Jadi 130 Orang
  KBRI Di Sanaa Terkena Bom, 2 Orang Staf Terluka
 
ads1

  Berita Utama
Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan dan Suap di DJKA Kemenhub

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

Mintarsih Ungkap Hak di Balik 'Penggorengan Saham' Sorotan Menkeu Purbaya

Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan dan Suap di DJKA Kemenhub

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2