JAKARTA, Berita HUKUM - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beserta Kepala Staf Angkatan melaksanakan acara Buka Puasa Bersama Keluarga Besar TNI dan komponen masyarakat, bertempat di halaman Plaza Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Senin (27/6).
Pantaun pewarta BeritaHUKUM.com, Presiden Jokowi beserta Ibu Negara Iriana Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla beserta Mufidah Jusuf Kalla tiba lokasi acara di Mabes TNI Cilangkap sekitar pukul 17.15 WIB, yang diterima langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Acara buka bersama itu mengusung tema "Jadikan Hikmah Puasa Ramadhan 1437 H / 2016 M sabagai Peningkatan Kualitas Iman dan Taqwa, serta Menumbuhkan Semangat Kebersamaan Hubungan Prajurit TNI dengan Masyarakat".
Rangkaian acaar Buka Puasa Bersama dimulai pukul 17.20 WIB diawali dengan acara penyambutan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla dengan menampilkan Marawis gabungan TNI /Pom, kemudian pembacaan Ayat Suci Al Quran dan sari tilawah.
Personel yang dikerahkan dalam rangka buka bersama Presiden RI dan Wapres RI adalah 7.500 orang terdiri dari perwakilan Mabes TNI 431 orang, Mabes TNI AD 1.700 orang, Mabes TNI AL 1.500 orang dan Mabes TNI AU 1.500 orang; Paspampres 200 orang, dan anak yatim 1.000 orang.
Marawis Gabungan TNI/Pom berawal dari ide Pangdam Wirabuana yang ditampilkan dihadapan Panglima TNI saat berkunjung ke Kodam Wirabuana lalu.
Adapun jumlah personel yang mengawaki Marawis gabungan tersebut berjumlah 81 orang terdiri dari TNI AD 32 arang (Kodam Wrb 18 orang dan Kostrad 24 orang). TNI AL 10 orang (Lantamai VI/Mks 10 orang), TNI AU 7 orang (Koopsau IIIMks), Polri 19 orang (Brimob 9 den 10 orang Polwan Polda Sulsel).
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo telah melaksanakan program Safari Ramadhan ke beberapa wilayah Kodam IV/Dip, Kodam V/Brw, Kodam lskandar Muda, Kodam l/BB, dan akan melanjutkan kunjungannya ke wiIayah Kodam IX/Udy, Kodam XVI/Ptm serta Kodam VII/MIw.
Sementara, terkait isu permintaan maaf kepada PKI, Jokowi kembali menegaskan bahwa pemerintah RI tidak akan meminta maaf kepada PKI. "Tidak ada rencana dan pikiran sama sekali untuk minta maaf. Hal ini pernah saya sampaikan saat ketemu Pengurus Muhammadiyah dan PBNU, termasuk pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun lalu," ujarnya.
"Sudah jangan dengarkan gosip, yang paling penting bagi saya adalah melangkah ke masa depan," kata Jokowi menegaskan.
Sedangkan terkait gaji 13 dan 14 untuk prajurit dan PNS TNI, Presiden Jokowi mengatakan bahwa tadi pagi gaji tersebut sudah ditransfer ke masing-masing instansi dan disambut dengan tepuk tangan prajurit.
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden atas kedatangannya dan pemberian THR berupa gaji ke-13 dan tunjangan kinerja.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI juga mengatakan bahwasanya masyarakat merasa bangga terutama Prajurit TNI atas kedatangan Presiden Jokowi ke Natuna dan naik Kapal Perang. "Ini merupakan tambahan modal motivasi bagi kami Prajurit TNI," ucapnya.
"Kepemimpinan di TNI seperti sholat. Bila ada kesalahan imam atau pemimpin bukan di koreksi, akan tetapi diarahkan berupa solusi. Oleh karenanya, mutasi di TNI selalu tenang dan selalu siap," pungkas Panglima TNI.
Tampak hadir mengikuti acara tersebut, mantan Wapres Try Soetrisno, Ketua MPR Zulkifli Hazan, Ketua DPR Ade Komarudin, Ketua DPD Irman Gusman, Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali, dan Wakil Ketua MPR Oesman Sapto, serta dari jajaran Menteri Kabinet Kerja hanya tampak hadir Menko Polhukam Luhut B Pandjaitan.(bh/yun)
|