Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Lingkungan    
Perda RTRW
Provinsi Gorontalo Paparkan Pengalaman Penyelesaian Perda RT/RW
Tuesday 30 Oct 2012 21:54:47
 

Prof.Dr.Ir Winarni Monoarfa, MS (Foto: BeritaHUKUM.com/shs)
 
GORONTALO, Berita HUKUM - Dalam penetapan Perda RT/RW, Provinsi Gorontalo merupakan daerah yang cukup cepat dalam melakukan penyelesaiannya. Prestasi itu ditandai dengan didaulatnya Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Gorontalo, Prof. Dr. Ir. Winarni Monoarfa, MS sebagai Ketua Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD).

Pada forum Rapat Kerja BKPRD di Pekan Baru, Riau 29-31 Oktober, yang dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, Winarni yang menjadi salah satu narasumber pada forum tersebut mengemukakan, langkah dan upaya yang dilakukan untuk mempercepat RT/RW Provinsi Gorontalo diantaranya, diawali dengan membentuk tim penyusun revisi RTRWP dengan melibatkan perguruan tinggi, sosialisasi UU 26 tentang penataan ruang di Provinsi Kabupaten Kota, penyelesaian masalah kehutanan, sinkronasi dengan Pemerintah Kabupaten Kota, serta upaya-upaya strategis lainnya yang tidak kalah penting.

"Langkah lainnya yang sangat urgen adalah melibatkan berbagai elemen masyarakat dan LSM dalam pembahasan Ranperda R/RWP," jelas Winarni

Dijelaskannya, penyusunan RT/RW Provinsi harus dilakukan melalui tahapan penyusunan dokumen teknis RTRWP, kemudian usulan perubahan kawasan hutan, penyusunan dan pembahasan RTRWP dan terakhir penetapan.

Mengapa memerlukan perubahan kawasan hutan?, Ketua BKPRD ini memaparkan, ini untuk optimalisasi kawasan hutan sesuai dengan kondisi biofisik kawasan, optimalisasi pengelolaan SDA dan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat yang adil dan berkelanjutan, konsekuensi dari dinamika pertumbuhan penduduk dan kebutuhan akan ruang untuk pembangunan, mengatasi permasalahan konflik tumpang tindih pemanfaatan ruang, memberikan kepastian hukum pemanfaatan ruang.

"Selain itu, harus ada upaya menuju pemantapan kawasan hutan, serta adanya aktivitas PETI dalam kawasan hutan," ujarnya.(bhc/shs)



 
   Berita Terkait > Perda RTRW
 
  Provinsi Gorontalo Paparkan Pengalaman Penyelesaian Perda RT/RW
  Walhi: Perda RTRW Jakarta Tidak Prolingkungan
 
ads1

  Berita Utama
Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan dan Suap di DJKA Kemenhub

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

Mintarsih Ungkap Hak di Balik 'Penggorengan Saham' Sorotan Menkeu Purbaya

Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan dan Suap di DJKA Kemenhub

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2