Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Jokowi
Publik Perlu Tahu, Pembayar Lobi Kunjungan ke AS
Saturday 14 Nov 2015 18:49:59
 

Ilustrasi. Tampak suasana penyambutan saat Jokowi dengan pesawat kepresidenan RI mendarat di bandara Amerika. Pertemuan antara Jokowi dan Obama.(Foto: twitter)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Anggota Komisi I DPR RI Yayat Biaro menyambut baik upaya Kementerian Luar Negeri untuk segera angkat bicara menjawab sejumlah pertanyaan terkait berita penggunaan jasa konsultan dalam kunjungan Presiden Joko Widodo ke Amerika Serikat. Menurutnya dari sejumlah isu ada satu hal yang belum mendapat penjelasan.

"Iya publik tentu perlu tahu, belum ada kejelasan soal siapa pihak yang membayar sampai nyicil empat kali ke perusahaan lobbyist di Singapura. Kita perlu mendengar jawaban pemerintah soal hal ini," katanya saat dihubungin di Jakarta, Selasa (10/11) lalu.

Politisi Fraksi Partai Golkar ini berharap semua pihak dapat menahan diri karena persoalan ini menyangkut hubungan diplomasi antar negara. Setiap pandangan yang disampaikan hendaknya tetap mengedepankan national interest -- kepentingan bangsa.

Bicara pada kesempatan yang berbeda Wakil Ketua Komisi I Hanafi Rais juga mengungkapkan hal senada. Menurutnya banyak pihak sekarang bertanya-tanya siapa sebenarnya pengguna jasa perusahaan lobi di Singapura dan membayar 80000 dolar Amerika.

Politsi Fraksi PAN ini berharap pemerintah dapat menjelaskan karena dalam dokumen resmi yang dapat diakses publik ada kontrak yang jelas menyebut nama Presiden Joko Widodo. "Kita perlu meminta keterangan lebih lengkap dari Menlu dalam rapat kerja nanti," tutur dia.

Sementara itu dalam keterangan pers kepada wartawan Menlu Retno Marsudi menegaskan kunjungan presiden ke AS merupakan kunjungan bilateral resmi yang telah dipersiapkan Kemenlu. Ia menekankan tidak menggunakan atau membayar jasa lobi dalam lawatan tersebut.(iky/dpr/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Jokowi
 
  PDIP persilakan Jokowi keliling Indonesia: Tunjukkan ijazah asli!
  Usai Resmi Ditahan, Hasto Minta KPK Periksa Keluarga Jokowi
  Jokowi Bereaksi Usai Connie Bakrie Sebut Nama Iriana,Terlibat Skandal Pejabat Negara?
  PKS Minta Jokowi Lakukan Evaluasi, Tak Sekadar Minta Maaf
  PKB Sebut Selain Minta Maaf, Jokowi Juga Harus Sampaikan Pertanggungjawaban
 
ads1

  Berita Utama
Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua

KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta

BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu

Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi

 

ads2

  Berita Terkini
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya

• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua

• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta

• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu

• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2