JAKARTA, Berita HUKUM - Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie atau dikenal sebagai BJ Habibie (73 tahun) merupakan pria Pare-Pare (Sulawesi Selatan) kelahiran 25 Juni 1936. Habibie juga pernah menjadi Presiden ke-3 Indonesia selama 1,4 tahun dan 2 bulan dan menjadi Wakil Presiden RI ke-7. Habibie merupakan blaster antara orang Jawa (ibunya) dengan orang Makassar/Pare-Pare (ayahnya). Dimasa kecil, Habibie telah menunjukkan kecerdasan dan semangat tinggi pada ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya Fisika. Sampai-sampai ia juga membuat sebuah puisi terakhir untuk isterinya ibu Ainun. Puisi ini merupakan puisi yang terindah karena kesetiannya terhadap isterinya, sebab puisi ini juga mengingatkannya pada masa romantis saat mereka masih muda dulu. Berikut puisi yang dibuat terakhir Pak BJ Habibie untuk Almh Istrinya tercinta Ibu Ainun:
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu...
karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya...
Dan kematian adalah sesuatu yang pasti...
Dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu...
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat...
Adalah pernyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,
sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati,
hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilanglah isi......
Kau tahu sayang,
Rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang
Pada air mata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang...
Pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada.....
Aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau di sini...
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang....
Tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik...
Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku tahu, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini...
Selamat jalan...
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya...
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada....
Selamat jalan sayang...
Cahaya mataku, penyejuk jiwaku...
Selamat jalan...
Calon bidadari surgaku.... -Habibie-(bhc/opn) |